PENDAHULUAN
Aneka Gas Industri didirikan sejak tahun 1916 pada saat koloni Belanda, mengalami perubahan status dan kepemilikan beberapa kali, mulai dari nasionalisme pemerintahan Indonesia di bawah departemen perindustrian dan energy (BAPPIT) dengan nama PT Aneka Gas Industri (Persero) yang pertama kali diperkenalkan pada tanggal 21 September 1971. Perubahan status kepemilikan dari pemerintah kepada investor asing pada tahun 1996, yang akhirnya pada tahun 2004 kepemilikannya berubah menjadi perusahaan swasta nasional, yang status kepemilikannya dimiliki oleh Aneka Mega Energi dan Rachmat Harsono.
Pengalaman yang panjang telah membuktikan kestabilan dan kematangan perusahaan dalam menghadapi perubahan, untuk beradaptasi dan menjadi lebih besar dan lebih baik dalam perkembangan ekonomi dan industry di Indonesia. Melalui pengalaman ini, Aneka Gas Industri yakin dapat mencapai visinya yaitu menjadi perusahaan yang terbaik di gas industry dengan jaringan yang terluas di Indonesia.
Aneka Gas Industri, yang memiliki pengalaman hampir 100 tahun lamanya di bidang gas industry, merupakan perusahaan swasta nasional dengan berbagai produk dan jasa pada bidang gas industry guna untuk memenuhi kebutuhan setiap pelanggan mulai dari medis, manufaktur, engineering, minyak dan gas, bahkan labotarium.
Aneka Gas Industri sebagai supplier gas medis untuk industry medis dan kesehatan terbesar sejak tahun 1945, dengan menyediakan gas oksigen, udara tekan, nitrous oksida, sulfur heksaflourida dan gas-gas medis lainnya. Aneka Gas Industri juga menyediakan sistem instalasi gas medis dan peralatan gas untuk rumah sakit.
PT. ANEKA GAS INDUSTRI
Proses Produksi:
Carbon Dioxide Plant (CO2)
Bahan Baku Utama:
Raw Gas
Jenis Produk:
Liquid Carbon Dioxide (LCO2)
Carbon Dioxide Gas
Dry Ice
Kapasitas Produksi:
5000 Kg/Jam
Sarana Distribusi
Truck : Mengangkut Gas dalam kemasan Cylinder atau PGS
Lorry Tank : Mengangkut gas dalam bentuk atau fasa Liquid
ISO Tank : Mengangkut gas dalam bentuk atau fasa Liquid
Styrofoam Box (For Dry Ice)
Kemasan
Sifat Carbon Dioxide
Kimia : Gas yang tidak dapat terbakar
Warna : Tidak berwarna
Rasa : Rasa sedikit mengigit
Bau : Sedikit berbau tajam, agak pedas
Berat Molekul : 44.01
Tekanan kritis : 73.825 Bar
Temperatur kritis : 31.01⁰C
Titik triple : 56.6⁰C à 5.179 Bar
Gas Application
SISTEM INSTALASI GAS MEDIS DAN PERALATAN UNTUK RUMAH SAKIT
I. SISTIM PEMIPAAN SENTRAL GAS MEDIS
A. Mendukung penyediaan gas medis dengan lebih aman dan lebih terjamin.
Gas medis yang digunakan di rumah sakit adalah elemen pendukung kehidupan yang berpengaruh langsung dalam mempertahankan hidup pasien. Oleh karena itu, gas medis yang digunakan haruslah bersih, dan memiliki kemurnian tinggi dan tersedia pada tekanan yang stabil. Secara konvensional, silinder tekanan tinggi langsung dibawa ke dalam ruangan ICU atau ruang perawatan medis. Namun timbul masalah dari aspek keselamatan dan kesehatan. Bahaya seperti pergantian silinder, sifat gas yang mudah terbakar, manajemen kebersihan gas silinder itu sendiri, dan keharusan berhati-hati dalam menangani gas bertekanan tinggi.
Sistim instalasi gas medis telah dikembangkan untuk mengeliminasi kesulitan-kesulitan tersebut. Berikut beberapa kondisi yang harus dipenuhi dalam sistem ini, yaitu :
• Tidak memberikan gas jenis lain.
• Gangguan yang spontan tidak boleh terjadi dalam pengadaan gas.
• Gas dengan kemurnian tinggi harus diadakan dari outlet gas medis.
• Dibutuhkan tekanan gas yang stabil.
Sistem gas medis ini, telah lulus undang-undang dan standar tersebut juga telah lulus standar ketat perusahaan ini. Dan pasti “lebih aman dan lenih terjamin”.
2. PERALATAN PENGADAAN
A. Stasiun Pengadaan Gas Medis yang Berkualitas dan Terpercaya
Dalam hal penggunaan oksigen, nitrous oksida,dll. Dalam gas silinder bertekanan tinggi, silinder yang digunakan ad 2 bagian. Yang pertama digunakan untuk penyediaan gas, dan bagian kedua untuk cadangan. Medical air supply station menyediakan udara tekan bersih dengan tingkat kemurnian tinggi, dimana kotoran telah dikeluarkan. Pompa vakum untuk mempertahankan daya hisap yang tinggi. Selain itu, supply station dilengkapi dengan sistem monitor untuk mendapatkan kondisi operasional sehingga dapat menyediakan gas medis secara terus menerus, stabil, dan menyeluruh. Berikut macam-macam peralatan pengadaan :
berikut keterangannya :
1. HCM-G/ HCM-L MANIFOLD
2. Mth Manifold untuk gas dalam silinder. Apabila sisi servis kosong, gas akan mengalir secara otomatis dari sisi cadangan.
3. MT-5 Manifold ekonomis untuk gas dalam silinder.
4. Mah Manifold untuk gas dalam silinder. Change over dari satu sisi ke yang lain sepenuhnya otomatis dan tekanan pengadaan gas diindikasi secara digital.
5. LGR Header Manifold untuk kebutuhan darurat. Dipasang untuk kebutuhan pada saat kebutuhan darurat.
6. Compressed Air Supply Station. Terdiri dari oil-free compressor, aftercooler, receiver tank, medical pure pack. Medical Air Unit (kiri) teriri dari refrigerated dryer dan regulator yang berguna untuk Rumah Sakit kecil.
7. Medical Pure Pack, terdiri dari dessicant dryer dan filter dengan efisiensi tinggi. Memberikan udara kering dan bersih tanpa partikel, oli ataupun gas beracun.
8. Oil Sealed Vacuum Station, memberikan tingkat vakum yang tinggi dan paket unit mengombinasikan receiver, bacterial filter, untuk menghemat tempat dan tenaga kerja.
9. Water Sealed Vacuum Station, terdiri dari water sealed pumps, receiver, bacterial filter, dan control panel.
10. Shut Off Valve, pada saat darurat atau pemeliharaan, valve utama ditutup untuk menutup semua pemipaan dan section valve ditutup untuk menutup masing-masing lantai atau departemen. Tersedia juga valve yang dilengkapi dengan gauge.
11. Pipa Berwarna, pipa tembaga dilapisi warna untuk masing-masing gas.
3. PERALATAN OUTLET
A. Berbagai macam tipe outlet gas medis untuk aplikasi pada berbagai kondisi perawatan.
Outlet gas medis yang digunakan oleh staf medis seperti para dokter dan suster untuk perawatan medis harian harus di design sedemikian rupa agar mencegah adanya kesalahan penyambungan ke gas medis yang berbeda dan tidak seharusnya. Perusahaan ini mengembangkan sistem “pin guide” untuk mencegah kesalahn penyambunagn secara mekanis. Berikut macam-macam peralatan outlet, yaitu:
1. NSV Type Outlet, dimana gas mulai mengalir.
2. CPS Type Outlet, untuk memudahkan pemeliharaan.
3. Reel type outlet, dipasng pada langit-langit palsu.
4. Ceiling type outlet, dilengkapi dengan alat untuk menarik kembali retractor yang memberikan panjang yang dikehendaki.
5. Ceiling column, dilengkapi dengan outlet gas medis dan soket listrik.
6. Motor driven ceiling column, unit ini menggunakan tenaga motor dan diaturr dengan control switch.
7. Ceiling module, biasanya digunakan pada NICU dan ruang incubator.
8. Nitrogen console unit, digunakan sebagai sumber tenaga untuk menggerakan alat bedah di ruang OK.
9. Anesthetic gas scavenging, unit ini menghisap sisa gas anestesi melalui pipa scavenging.
4. SISTEM ALARM DAN PERALATAN PELENGKAP
A. Sistem alarm untuk monitor pengadaan gas medis yang stabil.
Untuk mempertahankan stabilitas penyediaan gas medis, diperlukan siatem monitor yang dapat melacak aliran gas kasat mata dari sumber penyediaan gas melalui sistem pemipaan sampai ke bagian yang menggunakn gas tersebut. Perusahaan ini telah menawarkan berbagai macam sistem monitor. Dengan sistem ini, turunya tekanan dan kerusakan pada sentral gas dapat diperoleh dengan pasti dengan menggunakan pelacakan audio visual. Peralatan pelengkap yang digunakan dengan cara menghubungkan outlet gas medis harus dapat memberikan akurasi tinggi untuk mengontrol aliran gas medis secara benar. Semua peralatan medis digunakan secara langsung pada pasien. Berikut macam-macam peralatan pelengkap, yaitu :
1. Medical gas main monitor untuk diruang monitor, model terbaru dengan display touch panel, dapat memonitor semua pengadaan dan kodisi distribusi sistem gas medis di rumah sakit.
2. Medical gas area monitor untuk nurse station, model terbaru dengan display digital untuk memoniror kondisi gas medis untuk area tertentu. (keterangan no 3 sama dengan ket no 2)
3. –
4. Medical gas alarm panel tipe 3 gas, panel alarm yang terintegrasi, terdiri dari kombinasi pressure gauge dan pressure sensors untuk memonitor kondisi pengadaan gas medis.
5. Medical gas alarm tipe 6 gas.
6. Mt-57 type alarm panel, digunakan untuk memonitor tekanan pada pipa sekaligus kondisi supply station dan memberikan signal audio visual apabila keadaan abnormal.
7. Wall suction unit model fa (kanan), botol dapat dilepaskan dengan mudah dengan tombol yang tersedia.
8. Wall suction unit model isu-918, botol dapat dilepaskan dengan mudah dengan cara melonggarakan penjepit.
9. Oxygen flowmeter dengan humidifier oxytune, disesuaikan dengan kebutuhan dan dapat juga digunakan dengan disposable humidifier.
10. Thoracic suction unit, memberikan daya hisap berkekuatan lemah untuk perawatan terus-menerus untuk pasien pasca operasi.
11. Kick suction unit digunakan untuk daya hisap yang membutuhkan kapasitas besar pada ruang OK dan ruang bersalin.
12. Twin otlet
13. Adapter.
5. BEDHEAD UNIT
A. Menciptakan ruang perawatan dengan banyak fungsi dan fasilitas yang baik.
Bedhead unit ini merupakan bedhead horizontal dengan menggabungkan berbagai macam fungsi yang dibuthkan oleh para dokter dan suster dalam melakukan diagnosa dan perawatan medis dan juga untuk penerangan dan komunikasi pasien.
6. OXYGEN CONSENTRATOR
A. Apakah yang dimaksud dengan Oxygen Concentrator ?
Oxygen concentrator adalah sebuah alat yang menyediakan oksegen dengan tingkat kemurnian tinggi dengan cara memisahkan gas-gas lain, seperti Nitrogen, dari udara dengan menggunakan adsorben. Berikut beberapa keunggulan Oxygen Concentrator adalah sebagai berikut :
• Hanya membutuhkan listrik.
• Berfungsi secara automatis dengan sistem control yang mudah digunakan.
• Tingkat ebisingan rendah.
• Tersimpan di dalam cabinet sehingga terlindung dari debu.
• Di desain sedemikian rupa sebagai paket dengan pemasangan yang mudah dan cepat.
• Beroperasi 24 jam melalui sistem pemipaan sentral.
• Tidak memerlukan banyak tabung dan mengurangi biaya logistic.
• Dapat melakukan pengirisan ke dalam tabung apabila ditambah dengan stasiun pengisian.
Senin, 22 November 2010
Rabu, 17 November 2010
PEMBELANJAAN BAB 8
BAB 8
PEMBELANJAAN
A. GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN
1. Arti Pembelanjaan dan Fungsi Manajer
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana, bagaimana menggunakan dana, dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan.
Di dalam perusahaan harus dipelihara adanya keseimbangan keuangan yang menguntungkan untuk mendukung perkembangannya. Keseimbangan terbagi menjadi dua, yaitu Keseimbangan Kuantitatif adalah keseimbangan nilai rupiah antara kekayaan dengan utang dan modal yang memerlukan persyaratan tertentu. Keseimbangan Kualitatif adalah keseimbangan antara elemen kekayaan dengan elemen utang dan modal perusahaan. Elemen dan besarnya kekayaan perusahaan akan menentukan susunan elemen dan besarnya pasiva.
B. PENGGUNAAN DANA
1. Gambaran Umum
Metode penggolongan dana dibagi menjadi dua, yaitu penggunaan jangka pendek dan jangka panjang. Penggunaan jangka pendek dapat ditunjukkan sebagai aktiva lancar. Sedangkan aktiva tetap adalah invesatasi jangka panjang yang meliputi elemen yang tidak dapat ditukarkan dalam bentuk kas.
2. Penggunaan Dana Jangka Pendek.
1. Kas
Sejumlah dana yang ada dalam perusahaan yang diwujudkan dalam bentuk kas,terutama untuk membayar gaji dan rekening lainnya. Prinsip Pengelolaan kas yang harus dipegang manajer adalah meminimumkan jumlah kas yang diperlukan perusahaan, dan memaksimumkan jumlah dana untuk investasi yang dapat menghasilkan bunga.
• Aliran Kas
Pada mulanya ka situ ditimbulkan oleh adanya penjualan. Sebagian dari aliran kas keluar terjadi dalam proses produksi dan terdiri atas pembayaran bahan,tenaga kerja,serta biaya tidak langsung.
• Anggaran Kas
Tanggung jawab manajer dalam pengelolaan aliran kas perusahaan meliputi:
a. Membuat kepastian bahwa kas selalu tersedia bila diperlukan
b. Memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapatan bunga.
2. Surat-surat Berharga
Salah satu jenis surat berharga yang banyak beredar di Indonesia adalah sertifikat deposito (certificates of deposit). Sertifikat deposito merupakan tanda bukti kewajiban membayar yang dikeluarkan oleh bank komersial.
3. Piutang
Bagi perusahaan piutang ini sering terjadi adanya penjualan kredit kepada pembeli yang jumlahnya dapat mencapai 20% dari seluruh aktiva. Semakin besar jumlah penjualan kredit, semakin besar pula perhatian yang harus diberikan manajer untuk mengelolanya.Penjualan kredit ini hanya beberapa minggu saja.
4. Persediaan
Bagi perusahaan yang mempelihara sejumlah persediaan barang untuk memenuhi permintaan pembeli secara cepat, harus mempunyai sejumlah investasi disitu .
3. Penggunaan Dana Jangka Panjang
Untuk perusahaan manufaktur,sebagian besar investasi pada umumnya merupakan aktiva tetap. Aktiva tetap tersebut dapat berupa tanah, bangunan, dan peralatan.
a. Tanah yang dimiliki oleh perusahaan merupakan aktiva tetap dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
b. Bangunan yang dimiliki oleh perusahaan harus ditentukan umurnya. Kemudian perusahaan harus menyisihkan sejumlah dana setiap tahun dari penghasilannya.
c. Peralatan yang dimiliki perusahaan berupa mesin, alat angkut dalam pabrik, dan peralatan lain yang dipakai dalam produksi. Peralatan tersebut juga perlu disusutkan karena daya gunanya semakin lama semakin berkurang.
4. Analisis Investasi Aktiva Tetap
Terdapat tiga metode analisis investasi, yaitu :
a. Metode net present value (NPV)
b. Metode internal rate of return (IRR)
c. Metode pay off period (POP)
NPV dan IRR mengukur IRR dari aspek penggunaan uang. Sedangkan POP mengukur efisiensi dari aspek waktu. Metode NPV dan IRR dalam penerapannya dipakai konsep time value of money. Masalah time value of money dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu :
a. Nilai uang pada saat ini (present value)
b. Nilai uang yang akan datang
c. Tingkat Bunga (tingkat rate of return)
C. SUMBER DANA
1. Macam-macam Sumber Dana
Ditinjau dari asalnya, sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
a. Pembelanjaan Intern (belanja dari dlam perusahaan) yang meliputi :
Penggunaan laba perusahaan
Penggunaan cadangan
Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan
b. Pembelanjaan Ekstern (belanja dari luar perusahaan) yang meliputi :
Dana dari pemilik/peserta,yang biasanya diwujudkan dalam bentuk saham, dan pembelanjaannya disebut pembelanjaan sendiri.
Dana dari utang/pinjaman yang berupa utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Pembelanjaanya disebut pembelanjaan asing.
2. Pemilihan Sumber Dana
Beberapa alternative yang dapat dipilih adalah :
1) Menggunakan dana intern saja
2) Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham
3) Menggunakan dana ekstern dengan mencari pinjaman/kredit
4) Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham dan mencari pinjaman
5) Menggunakan dana intern dan ekstern
3. Sumber Dana Intern
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan adalah dengan cara mengambil dana yang sudah tersedia. Tapi dana intern ini selalu terbatas. Apabila perusahaan mengalami hal seperti itu pemecahannya dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip opportunity cost, yaitu dengan memberikan beban bunga pas asana milik sendiri yang dipaki sendiri.
4. Sumber Dana Ekstern
Sumber dana ekstern dapat berasal dari modal sendiri dan kredit. Kredit dibagi menjadi 2 golongan, yaitu kredit jangka pendek dan kredit jangka panjang.
Kredit Jangka Pendek adalah kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari 1 tahun. Yang termasuk kredit jangka pendek yaitu :
Kredit Rekening Koran
Kredit Belening
Kredit Wesel
Kredit Penjual
Kredit Pembeli
Aksep
Kredit Jangka Panjang adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari 1 tahun.
Yang termasuk kredit jangka panjang yaitu :
Hipotik
Obligasi
Kredit Bank
Kredit dari Negara lain
5. Optimisasi Modal
Untuk menentukan apakah sebaiknya mengambil kredit jangka pendek atau jamgka panjang, perusahaan harus memperhatikan factor-faktor berikut :
Bunga kredit jangka pendek
Bunga kredit jangka panjang
Bunga simpanan bank
Jangka waktu pemakaian modal
Jangka kritis.
Untuk menentukan jangka kritis, digunakan rumus :
X = Kpj – Bs / Kpd – Bs x 306 hari atau 12 bulan
6. Kredit Lembaga Keuangan
Hal ini harus dibuktikan sengan suatu studi kelayakan (feasibility study) dan syarat lain yang disebut 4C, yaitu :
1) Capital atau modal
Merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan
2) Capability
Merupakan kemampuan perusahaan untuk mengangsur atau mengembalikan pinjaman dan bayar bunga.
3) Collateral
Merupakan syarat dimana setiap kredit yang diterima perusahaan harus dijamin dengan harta tetap sekurang-kurangnya bernilai 150% dari jumlah kredit.
4) Character
Dimaksudkan sebagai sifat dari pimpinan perusahaan karena diolah yang bertanggung jawab terhadap pengembalian kredit.
7. Kredit Kelayakan
Kepres No. 14 A dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan membantu pengusaha golongan ekonomi lemah. Kredit kelayakan diberikan kepada mereka dengan dasar Kepres tersebut. Besarnya kredit sangat terbatas, yaitu 30% dari kontrak kerja .
8. Likuiditas dan Solvabilitas
1. Likuiditas
Merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya setiap saat. Kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan ada 2 macam, yaitu :
a. Likuiditas badan usaha yaitu mampu membayar utang-utangnya pada setiap saat ditagih.
b. Likuiditas Perusahaan yaitu mampu membiayai operasi perusahaan sehari-hari.
Untuk menentukan likuiditas,digunakan 2 rumus berikut:
• Current Ratio = Aktiva Lancar / Utang Lancar
• Quick Ratio = Aktiva lancar – Persediaan / Utang lancar
Yang termasuk aktiva lancar yaitu kas, bank, surat berharga, piutang, persediaan barang.
2. Solvabilitas
Merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar semua utangnya pada saat perusahaan dilikuiditas/dibubarkan. Untuk menentukan solvabilitas, digunakan rumus :
Solvabilitas = Total Aktiva / Total Utang
3. Rentabilitas
Merupakan kemampuan menghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipakai untuk menghasilkan laba tersebut. Rentabilitas ini ini dapat dipakai sebagai alat ukur untuk mengambu\il keputusan tentang masalah financial leverage, yaitu masalah apakah di dalam memenuhi kebutuhan dana perusahaan akan menggunakan modal asing (kredit) ataukah modal sendiri. Ada dua macam rentabilitas, yaitu :
1) Rentabilitas Ekonomis
Rentabilitas Ekonomis merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal, baik modal asing maupun modal sendiri, yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Untuk mencari rentabilitas ekonomis, digunakan rumus :
RE = Lk / MA + MS x 100%
Ket :
RE = Rentabilitas Ekonomis
Lk = Laba kotor
MA = Modal Asing
MS = Modal Sendiri
2) Rentabilitas Modal Sendiri
Rentabilitas Modal Sendiri merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Rentabilitas Modal Sendiri dicari dengan menggunakan rumus :
RMS = Lb / MS x 100%
Ket :
RMS = Rentabilitas Modal Sendiri
Lb = Laba bersih (sesudah bunga dan pajak)
MS = Mosal Sendiri (modal saham)
D. PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DAN PASAR MODAL
1. Saham
Saham perusahaan dapat dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu :
a. Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa merupakan bentuk pemilikan tanah tanpa hak istimewa. Artinya, para pemilik akan memperoleh pembagian keuntungan (dalam bentuk dividen) hanya apabila perusahaan memperoleh laba.
b. Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham Preferen atau saham dengan preferensi ini merupakan bentuk pemilikandengan hak istimewa. Hak-hak istimewa yang ada pada pemegang sahan preferen adalah :
a. Pembagian dividen yang didahulukan
b. Pembagian dividen kumulatif
c. Pembagian kekayaan yang didahulukan
2. Obligasi
Secara formal obligasi merupakan surat perjanjian utang yang sengaja dikeluarkan oleh perusahaan sebagai salah satu sumber dana ekstern. Sifat-sifat dari obligasi adalah :
• Dapat diperjual-belikan
• Terdapat kewajiban untuk mengembalikan pokok pinjamannya
• Terdapat kewajiban untuk membayar bunga
• Terdapat jangka waktu yang pasti.
Jenis-jenis Obligasi
a. Sesuai dengan pihak yang mengeluarkan :
Obligasi umum, yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah
Obligasi Perusahaan, yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan umum, perusahaan, jawatan, dan perseroan terbatas.
b. Sesuai dengan karakter jaminan :
Obligasi tanpa jaminan, seperti income bond dan debenture bond.
Obligasi dengan jaminan
Jaminan yang dapat digunakan antara lain saham, piutang, rumah, tanah, mesin, dan sebagainya.
Selain jenis obligasi tersebut, masih ada lagi jenis yang lain, yaitu :
Coupon bond
Registered bond
Callabel bond
Convertible bond
3. Pasar Modal
Perusahaan yang menjual saham dan obligasi kepada masyarakat (going public), harus memenuhi beberapa perdyratan yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satu syaratnya adalah perusahaan yang bersangkutan tidak boleh menjual surat berharga langsung kepada masyarakat, akan tetapi harus melalui lembaga perantara. Lembaga perantara yang ditunjuk adalah PT. Danareksa. PT. Danareksa bertugas mengedarkan dan memasarkan saham-saham dan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
PEMBELANJAAN
A. GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN
1. Arti Pembelanjaan dan Fungsi Manajer
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisir untuk mendapatkan dana, bagaimana menggunakan dana, dan bagaimana laba perusahaan akan didistribusikan.
Di dalam perusahaan harus dipelihara adanya keseimbangan keuangan yang menguntungkan untuk mendukung perkembangannya. Keseimbangan terbagi menjadi dua, yaitu Keseimbangan Kuantitatif adalah keseimbangan nilai rupiah antara kekayaan dengan utang dan modal yang memerlukan persyaratan tertentu. Keseimbangan Kualitatif adalah keseimbangan antara elemen kekayaan dengan elemen utang dan modal perusahaan. Elemen dan besarnya kekayaan perusahaan akan menentukan susunan elemen dan besarnya pasiva.
B. PENGGUNAAN DANA
1. Gambaran Umum
Metode penggolongan dana dibagi menjadi dua, yaitu penggunaan jangka pendek dan jangka panjang. Penggunaan jangka pendek dapat ditunjukkan sebagai aktiva lancar. Sedangkan aktiva tetap adalah invesatasi jangka panjang yang meliputi elemen yang tidak dapat ditukarkan dalam bentuk kas.
2. Penggunaan Dana Jangka Pendek.
1. Kas
Sejumlah dana yang ada dalam perusahaan yang diwujudkan dalam bentuk kas,terutama untuk membayar gaji dan rekening lainnya. Prinsip Pengelolaan kas yang harus dipegang manajer adalah meminimumkan jumlah kas yang diperlukan perusahaan, dan memaksimumkan jumlah dana untuk investasi yang dapat menghasilkan bunga.
• Aliran Kas
Pada mulanya ka situ ditimbulkan oleh adanya penjualan. Sebagian dari aliran kas keluar terjadi dalam proses produksi dan terdiri atas pembayaran bahan,tenaga kerja,serta biaya tidak langsung.
• Anggaran Kas
Tanggung jawab manajer dalam pengelolaan aliran kas perusahaan meliputi:
a. Membuat kepastian bahwa kas selalu tersedia bila diperlukan
b. Memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapatan bunga.
2. Surat-surat Berharga
Salah satu jenis surat berharga yang banyak beredar di Indonesia adalah sertifikat deposito (certificates of deposit). Sertifikat deposito merupakan tanda bukti kewajiban membayar yang dikeluarkan oleh bank komersial.
3. Piutang
Bagi perusahaan piutang ini sering terjadi adanya penjualan kredit kepada pembeli yang jumlahnya dapat mencapai 20% dari seluruh aktiva. Semakin besar jumlah penjualan kredit, semakin besar pula perhatian yang harus diberikan manajer untuk mengelolanya.Penjualan kredit ini hanya beberapa minggu saja.
4. Persediaan
Bagi perusahaan yang mempelihara sejumlah persediaan barang untuk memenuhi permintaan pembeli secara cepat, harus mempunyai sejumlah investasi disitu .
3. Penggunaan Dana Jangka Panjang
Untuk perusahaan manufaktur,sebagian besar investasi pada umumnya merupakan aktiva tetap. Aktiva tetap tersebut dapat berupa tanah, bangunan, dan peralatan.
a. Tanah yang dimiliki oleh perusahaan merupakan aktiva tetap dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
b. Bangunan yang dimiliki oleh perusahaan harus ditentukan umurnya. Kemudian perusahaan harus menyisihkan sejumlah dana setiap tahun dari penghasilannya.
c. Peralatan yang dimiliki perusahaan berupa mesin, alat angkut dalam pabrik, dan peralatan lain yang dipakai dalam produksi. Peralatan tersebut juga perlu disusutkan karena daya gunanya semakin lama semakin berkurang.
4. Analisis Investasi Aktiva Tetap
Terdapat tiga metode analisis investasi, yaitu :
a. Metode net present value (NPV)
b. Metode internal rate of return (IRR)
c. Metode pay off period (POP)
NPV dan IRR mengukur IRR dari aspek penggunaan uang. Sedangkan POP mengukur efisiensi dari aspek waktu. Metode NPV dan IRR dalam penerapannya dipakai konsep time value of money. Masalah time value of money dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu :
a. Nilai uang pada saat ini (present value)
b. Nilai uang yang akan datang
c. Tingkat Bunga (tingkat rate of return)
C. SUMBER DANA
1. Macam-macam Sumber Dana
Ditinjau dari asalnya, sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
a. Pembelanjaan Intern (belanja dari dlam perusahaan) yang meliputi :
Penggunaan laba perusahaan
Penggunaan cadangan
Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan
b. Pembelanjaan Ekstern (belanja dari luar perusahaan) yang meliputi :
Dana dari pemilik/peserta,yang biasanya diwujudkan dalam bentuk saham, dan pembelanjaannya disebut pembelanjaan sendiri.
Dana dari utang/pinjaman yang berupa utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Pembelanjaanya disebut pembelanjaan asing.
2. Pemilihan Sumber Dana
Beberapa alternative yang dapat dipilih adalah :
1) Menggunakan dana intern saja
2) Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham
3) Menggunakan dana ekstern dengan mencari pinjaman/kredit
4) Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham dan mencari pinjaman
5) Menggunakan dana intern dan ekstern
3. Sumber Dana Intern
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan adalah dengan cara mengambil dana yang sudah tersedia. Tapi dana intern ini selalu terbatas. Apabila perusahaan mengalami hal seperti itu pemecahannya dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip opportunity cost, yaitu dengan memberikan beban bunga pas asana milik sendiri yang dipaki sendiri.
4. Sumber Dana Ekstern
Sumber dana ekstern dapat berasal dari modal sendiri dan kredit. Kredit dibagi menjadi 2 golongan, yaitu kredit jangka pendek dan kredit jangka panjang.
Kredit Jangka Pendek adalah kredit yang jangka waktunya tidak lebih dari 1 tahun. Yang termasuk kredit jangka pendek yaitu :
Kredit Rekening Koran
Kredit Belening
Kredit Wesel
Kredit Penjual
Kredit Pembeli
Aksep
Kredit Jangka Panjang adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari 1 tahun.
Yang termasuk kredit jangka panjang yaitu :
Hipotik
Obligasi
Kredit Bank
Kredit dari Negara lain
5. Optimisasi Modal
Untuk menentukan apakah sebaiknya mengambil kredit jangka pendek atau jamgka panjang, perusahaan harus memperhatikan factor-faktor berikut :
Bunga kredit jangka pendek
Bunga kredit jangka panjang
Bunga simpanan bank
Jangka waktu pemakaian modal
Jangka kritis.
Untuk menentukan jangka kritis, digunakan rumus :
X = Kpj – Bs / Kpd – Bs x 306 hari atau 12 bulan
6. Kredit Lembaga Keuangan
Hal ini harus dibuktikan sengan suatu studi kelayakan (feasibility study) dan syarat lain yang disebut 4C, yaitu :
1) Capital atau modal
Merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan
2) Capability
Merupakan kemampuan perusahaan untuk mengangsur atau mengembalikan pinjaman dan bayar bunga.
3) Collateral
Merupakan syarat dimana setiap kredit yang diterima perusahaan harus dijamin dengan harta tetap sekurang-kurangnya bernilai 150% dari jumlah kredit.
4) Character
Dimaksudkan sebagai sifat dari pimpinan perusahaan karena diolah yang bertanggung jawab terhadap pengembalian kredit.
7. Kredit Kelayakan
Kepres No. 14 A dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan membantu pengusaha golongan ekonomi lemah. Kredit kelayakan diberikan kepada mereka dengan dasar Kepres tersebut. Besarnya kredit sangat terbatas, yaitu 30% dari kontrak kerja .
8. Likuiditas dan Solvabilitas
1. Likuiditas
Merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya setiap saat. Kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan ada 2 macam, yaitu :
a. Likuiditas badan usaha yaitu mampu membayar utang-utangnya pada setiap saat ditagih.
b. Likuiditas Perusahaan yaitu mampu membiayai operasi perusahaan sehari-hari.
Untuk menentukan likuiditas,digunakan 2 rumus berikut:
• Current Ratio = Aktiva Lancar / Utang Lancar
• Quick Ratio = Aktiva lancar – Persediaan / Utang lancar
Yang termasuk aktiva lancar yaitu kas, bank, surat berharga, piutang, persediaan barang.
2. Solvabilitas
Merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar semua utangnya pada saat perusahaan dilikuiditas/dibubarkan. Untuk menentukan solvabilitas, digunakan rumus :
Solvabilitas = Total Aktiva / Total Utang
3. Rentabilitas
Merupakan kemampuan menghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipakai untuk menghasilkan laba tersebut. Rentabilitas ini ini dapat dipakai sebagai alat ukur untuk mengambu\il keputusan tentang masalah financial leverage, yaitu masalah apakah di dalam memenuhi kebutuhan dana perusahaan akan menggunakan modal asing (kredit) ataukah modal sendiri. Ada dua macam rentabilitas, yaitu :
1) Rentabilitas Ekonomis
Rentabilitas Ekonomis merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal, baik modal asing maupun modal sendiri, yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Untuk mencari rentabilitas ekonomis, digunakan rumus :
RE = Lk / MA + MS x 100%
Ket :
RE = Rentabilitas Ekonomis
Lk = Laba kotor
MA = Modal Asing
MS = Modal Sendiri
2) Rentabilitas Modal Sendiri
Rentabilitas Modal Sendiri merupakan kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Rentabilitas Modal Sendiri dicari dengan menggunakan rumus :
RMS = Lb / MS x 100%
Ket :
RMS = Rentabilitas Modal Sendiri
Lb = Laba bersih (sesudah bunga dan pajak)
MS = Mosal Sendiri (modal saham)
D. PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DAN PASAR MODAL
1. Saham
Saham perusahaan dapat dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu :
a. Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa merupakan bentuk pemilikan tanah tanpa hak istimewa. Artinya, para pemilik akan memperoleh pembagian keuntungan (dalam bentuk dividen) hanya apabila perusahaan memperoleh laba.
b. Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham Preferen atau saham dengan preferensi ini merupakan bentuk pemilikandengan hak istimewa. Hak-hak istimewa yang ada pada pemegang sahan preferen adalah :
a. Pembagian dividen yang didahulukan
b. Pembagian dividen kumulatif
c. Pembagian kekayaan yang didahulukan
2. Obligasi
Secara formal obligasi merupakan surat perjanjian utang yang sengaja dikeluarkan oleh perusahaan sebagai salah satu sumber dana ekstern. Sifat-sifat dari obligasi adalah :
• Dapat diperjual-belikan
• Terdapat kewajiban untuk mengembalikan pokok pinjamannya
• Terdapat kewajiban untuk membayar bunga
• Terdapat jangka waktu yang pasti.
Jenis-jenis Obligasi
a. Sesuai dengan pihak yang mengeluarkan :
Obligasi umum, yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah
Obligasi Perusahaan, yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan umum, perusahaan, jawatan, dan perseroan terbatas.
b. Sesuai dengan karakter jaminan :
Obligasi tanpa jaminan, seperti income bond dan debenture bond.
Obligasi dengan jaminan
Jaminan yang dapat digunakan antara lain saham, piutang, rumah, tanah, mesin, dan sebagainya.
Selain jenis obligasi tersebut, masih ada lagi jenis yang lain, yaitu :
Coupon bond
Registered bond
Callabel bond
Convertible bond
3. Pasar Modal
Perusahaan yang menjual saham dan obligasi kepada masyarakat (going public), harus memenuhi beberapa perdyratan yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satu syaratnya adalah perusahaan yang bersangkutan tidak boleh menjual surat berharga langsung kepada masyarakat, akan tetapi harus melalui lembaga perantara. Lembaga perantara yang ditunjuk adalah PT. Danareksa. PT. Danareksa bertugas mengedarkan dan memasarkan saham-saham dan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Senin, 08 November 2010
pemasaran bab 7
PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN
Pengertian pemasaran
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah:
• Produksi yang membuat barang-barang
• Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut
Pemasaran menjadi penghubung antara kedua faktor tersebut. Perusahaan harus dapat
menciptakan faedah (utility) yaitu, kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan konsumen.
Kegiatan pemasaran dapat menciptakan empat faedah, yaitu:
1. Faedah Waktu
Dapat diciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutuhkan untuk membelinya.
2. Faedah Tempat
Diciptakan dengan menyediakan produk pada tempat yang strategis apabila konsumen ingin membelinya.
3. Faedah Milik
Diciptakan dengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli.
4. Faedah Informasi
Diciptakan dengan memberi informasi tetntang penawaran suatu produk kepada konsumen.
Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan
kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Konsep pemasaran banyak dianut oleh perusahaan modern yang ingin mencapai laba
jangka panjang dengan berorientasi kepada konsumen atau pasar.
Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu:
• Pendekatan serba fungsi (functional approach)
• Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
• Pendekatan serba barang (commodity approach)
• Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
• Pendekatan serba sistem (total system approach)
Tinjauan satu pendekatan akan menyinggung tinjauan dari pendekatan lainnya.
Pendekatan Serba Fungsi
Fungsi pokok pemasaran adalah:
1. Penjualan
Merupakan tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju.
2. Pembelian
Fungsi pembelian bertujuan memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual dengan harga, pelayanan dari penjual dan kualitas produk tertentu
3. Pengangkutan
Merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang dikonsumsikan.
4. Penyimpanan
Merupakan fungsi menyimpan barang pada saat barang selesai diproduksi sampai
pada saat barang dikonsumsikan. Alasan mengadakan penyimpanan adalah:
a) Produksi bersifat musiman, sedangkan konsumen bersifat terus-menerus
b) Konsumsi bersifat musiman, sedangkan produksi terus-menerus
c) Spekulasi, yaitu dengan membeli dan menimbun barang untuk dijual pada waktu
harga sedang naik.
d) Menyetabilkan harga, membeli dan menimbun barang pada waktu barang melimpah sehingga harganya rendah, kemudian menjualnya pada waktu terdapat kekurangan barang.
e) Penyimpanan memungkinkan pembelian dalam jumlah besar sehingga memungkinkan untuk memperoleh potongan harga.
5. Pembelanjaan
Adalah fungsi mendapatkan modal dari sumber ekstern guna menyelenggarakan
kegiatan pemasaran.
6. Penanggungan Risiko
Adalah fungsi menghindari dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan pemasaran
barang. Macam-macam risiko antara lain:
a) Risiko yang ditimbulkan oleh alam
b) Risiko yang ditimbulkan oleh manusia
c) Risiko yang ditimbulkan oleh pasar
Cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko adalah:
a) Memperkecil jumlah persediaan barang
b) Mengusahakan fasilitas penyimpanan yang baik dan kuat
c) Mengasuransikan barang-barang yang disimpan
7. Standardisasi dan Grading
Standardisasi adalah penentuan batas-batas dasar dalam bentuk spesifikasi barang-barang hasil manufaktur. Dasar penentuannya adalah:
• Ukuran jumlah (Rim untuk kertas)
• Ukuran kapasitas (1 liter untuk oli)
• Ukuran fisik (4 R untuk ban sepeda motor)
• Ukuran kekuatan (tenaga kuda untuk mesin dan motor)
Grading adalah usaha menggolongkan barang ke dalam golongan standard kualitas yang telah mendapat pengakuan dunia perdagangan. Cara penggolongannya adalah:
• Memeriksa dan menyortir dengan panca indra
• Memeriksa dan menyortir dengan alat
• Memeriksa dan menyortir melalui contoh barang
8. Pengumpulan Informasi Pasar
Dalam fungsi ini termasuk pula pengumpulan dan penafsiran keterangan-keterangan tentang barang.
Kedelapan fungsi tersebut dapat dimasukkan ke dalam tiga macam fungsi, yaitu:
• Fungsi pertukaran
• Fungsi penyediaan
• Fungsi penunjang
Pendekatan Serba Lembaga
Lembaga tersebut adalah :
• Penyedia bahan / supplier
• Produsen
• Perantara dagang
• Perantara agen
• Perusahaan saingan
• Pembeli akhir
Pendekatan Serba Barang
Merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang
bagaimana barang tertentu pindah dari titik produksi ke konsumen akhir.
Pendekatan Serba Manajemen
Mempelajari pemasaran dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta
keputusan yang mereka ambil.
Pendekatan Serba Sistem
Sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas
pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Sebagai salah satu fungsi pokok dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh manajemen pemasaran yang membawahi sejumlah individu yang dikelompokkan ke dalam sub bagian, yaitu: sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang dan sub bagian penjualan umum. Masing-masing sub bagian dipegang oleh seorang manajer yang bertanggung-jawab pada manajer pemasaran.
PASAR
Pengertian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya
Macam-macam pasar
• Pasar konsumen, pembeli yang membeli barang untuk dikonsumsi
• Pasar industri, individu/organisasi yang membeli barang untuk dipakai lagi
• Pasar penjual, individu/organisasi yang membeli barang untuk dijual lagi
• Pasar pemerintah, pasar dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintah
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
MARKETING MIX DAN PRODUK
Pengertian Marketing Mix
Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan system distribusi.
Marketing mix tersebut merupakan satu perangkat yang akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran bagi perusahaan; dan semua ini di tujukan untuk memberikan kepuasan kepada segmen pasar atau konsumen yang dipilih.
Pengertian Barang
Barang/produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat di raba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengece, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang di terima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongkritannya
1. Barang tahan lama
Barang tahan lama (durable godds) adalah barang-barang yang secara normal hanya dapat di pakai berkali-kali; jadi dapat di pakai untuk jangka waktu yang relative lama.
2. Barang tidak tahan lama
Barang tidak tahan lama (nondurable godds) adalah barang-barang yang secara normal hanya dapat di pakai satu kali saja atau beberapa kali saja, artinya sekali barang itu dipakai akan habis, rusak, atau tidak dapat dipakai lagi.
3. Jasa
Jasa adalah kegiatan, manfaat, atau kepuasaan yang di tawarkan untuk dijual.
Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya oleh si Pemakai
• Barang konsumsi
• Barang industry
Siklus kehidupan barang ( product Life Cycle)
Siklus kehidupan barang merupakan kehidupan / umur (life cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terdapat dipasaran. Tahap-tahap siklus kehidupan barang :
- tahap perkenalan
- tahap pertumbuhan
- tahap kedewasaan
- kejenuhan
- tahap kemunduran.
Merk
Merk / brand merupakan suatu nama, istilah simbul, atau disain ( rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk member tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
SALURAN PEMASARAN
Pengertian saluran Distribus
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industry.
Adapun lembaga-lembaga yang ikut mengambil bagian dalam penyaluran barang ini adalah : produsen, perantara, dan konsumen akhir atau pemakai industry.
Alternative Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri
Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industry. Adapun macam-macam perantara yang ada adalah :
- Pedang besar
- Pengecer
- Agen
Adapun macam-macam saluran distribusi yang ada membedakan antara saluran distribusi untuk barang konsumsi dengan saluran distribusi untuk barang distribusi. Saluran 1 sampai dengan 5 merupakan saluran distribusi untuk barang komsumsi, sedangkan saluran 6 sampai dengan 9 merupakan saluran distribusi untuk barang industry. Pedagang besar untuk barang industry sering disebut sebagai distributor industry.
• Saluran 1. Bentuk saluran distribui yang paling pendek dan sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa menggunakan perantara.
• Saluran 2. Seperti halnya dengan saluran 1, saluran ini juga di sebut sebagai sebagai saluran distribusi langsung. Disini, pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen.
• Saluran 3. Saluran distribusi semacam ini banyak di pakai oleh produsen barang konsumsi, dan dinamakan sebagai saluran distribusi iradisional.
• Saluran 4. Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian dijual ke toko-toko kecil.
• Saluran 5. Di sini, produsen memiih agen (agen penjual atau agen pabrik) sebagai penyalurnya.
• Saluran 6. Saluran distribusi barang industry dari produsen ke pemakai industry ini merupakan saluran yang paling pendek, dan disebut sebagai saluran distribusi langsung.
• Saluran 7. Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan perlengkapan ekstra kecil dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya.
• Saluran 8. Saluran distribusi ini dapat di pakai oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk di jual secara langsung.
• Saluran 9. Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran.
Saluran distribusi Ganda
Adanya saluran distribusi ganda ini dapat menciptakan system saluran yang bersaingan dari satu produsen. Di samping itu, produsen tidak perlu menggantungkan kegiatan penyaluran pada satu penyalur atau penyalur tertentu. Produsen juga lebih leluasa untuk mencapai konsumen akhir dengan mendirikan took pengecer sendiri.
Perantara saluran
Adapun jenis-jenis perantara :
• Pedagang Besar
Pedagang besar merupakan salah satu lembaga saluran yang penting, terutama untuk menyalurkan barang konsumsi.
• Pengecer
Pedagang eceran ini meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi (bukan untuk keperluan bisnis).
• Agen
Adapun jenis-jenis agen yang ada antara lain :
- Agen penjualan, yang mempunyai tugas utama mencarikan pasar bagi produsen
- Agen pembelian, yang mempunyai tugas utama mencarikan penyedia/supplier bagi para pembeli.
- Agen pengangkutan, yang mempunyai tugas utama menyampaikan barang dari penjual kepada pembelinya.
Jumlah perantara dalam Saluran
Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternatife yang dapt ditempuh, yaitu :
1. Distribusi intensif
Distribusi intensif merupakan suatu strategi yang di gunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sebanyak mungkin penyalur (terutama pengecer) untuk mencapai konsumen, agar kebutuhan mereka cepat terpenuhi.
2. Distribusi selektif
Distribusi selektif merupakan suatu strategi yang di gunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sejumlah pedagang besar dan atau pengecer yang terbatas dalam daerah geografis tertentu.
3. Distribusi ekslusif
Distribusi ekslusif merupakan suatu strategi yang di gunakan oleh perusahaan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer di daerah pasar tertentu.
Distribusi fisik
Pada pokoknya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah :
1) Pengangkutan
Pengangkutan dapat di artikan sebagai pemindahan barang melalui suatu jalan atau jalur yang mengambil tempat di antara lembaga-lembaga saluran, atau antara lembaga saluran dengan konsumen.
2) Penyimpanan
Seperti halnya dengan pengangkutan, masalah penyimpanan ini sering memerlukan pemikiran tersendiri lebih-lebih bagi perusahaan yang tidak mempunyai fasilitas penyimpanan sendiri.
PENENTUAN HARGA
Arti dan pentingnya harga
Harga merupakan sejumlah uang ( ditambahkan beberapa barang kalau mungkin) yang di butuhkan untuk mendappatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
Penentuan harga ini merupakan salah satu keputusan yang penting bagi manajemen. Harga yang ditetapkan harus dapat menutupi semua ongkos, atau bahkan lebih dari itu, yaitu mendapatkan laba.
Factor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi, oleh beberapa factor, seperti :
- kondisi perekonomian
- penawaran dan permintaan
- elastisitas permintaan
- persaingan
- biaya
- tujuan manajer
- pengawasan pemerintah
Metode-metode penetapan harga
Ada dua pendekatan pokok dalam penentuan harga jual, yaitu :
1) Penetapan Harga Biaya Plus ( cost-plus pricing method)
Harga jual produk itu dapat dihitung dengan rumus :
BIAYA TOTAL + MARGIN = HARGA JUAL
2) Penetapan Harga Mark-Up (mark-up pricing method)
HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL
3) Penetapan Harga Break-even (break-even pricing)
BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
4) Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar
Dalam hal ini, penentuan harga tidak di dasarkan pada biaya, tetapi justru harga yang menentukan biya bagi perusahaan.
Politik Penetapan Harga
Beberapa politik penetapan harga :
1) Penetapan harga psikhologis
Kebijaksanaan ini biasanya di gunakan untuk penjualan barang pada tingkat pengecer.
2) Price lining
price lining ini lebih banyak di gunakan oleh pengeceri dari pada pedagang besar atau produsen.
3) Potongan harga
Potong (discount) merupakan pengurangan dari harga yang ada.
4) Penetapan Harga Geografis
Di sini penjual harus mempertimbangkan ongkos angkut atau ongkos kirim untuk barang-barang yang di sampaikan kepada pembeli.
PROMOSI DAN PERIKLANAN
A. Promosi
Promosi merupakan salah satu variabel marketing mixyang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi da empat, yakni :
B. Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu. Adapun masalah-masalah, yakni :
• Tujuan Periklanan, menjual atau meningkatkan penjual barang atau jasa.
• Jenis Periklanan, periklanan digolongakan menjadi dua, yakni : periklanan barang(product advertising), periklanan kelembagaan(Institusional advertising).
• Media Periklanan, jenis-jenis media tersebut adalah : Surat kabar, majalah, radio, televisi, pos langsung.
• Biro Periklanan, merupakan lembaga bisnis yang berdiri sendiri, yangmengkhususkan kegiatan dibidang perencanaan.
PERSONALSELLING, PROMOSI, PENJUALAN, DAN PUBLISITAS
A. Personal Seling
Personal Seling adalah interaksi antara individu, saling bertemu muka yang ditunjukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. Materi yang dibahas di personal seling, yakni :
1. Proses Personsl Selling, tahap yang perlu dalakukan dalam proses personal seling, yakni : persiapan sebelum penjualan, penentuan lokasi pembeli potensial, pendekatan pendahuluan, melakukan penjualan, pelayanan sesudah penjualan.
2. Jenis Tugas Penjualan dan Salesman, jenis tugas-tugas penjualan beserta salesmannya, yakni : Trade sellingdan merchandising salesman, missionary selling dan detailman, technical selling dan sales engineer, new business selling dan pioneer product salesman.
B. Promosi Penjualan
Promosi penjualan, merupakan kegiatan tersebut dapat digunakan mendukung kegiatan promosi yang lain.
C. Publisitas
Publisitas merupakan salah satu kegiatan promosi yang dilakukan melalui suatu media.
Pengertian pemasaran
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah:
• Produksi yang membuat barang-barang
• Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut
Pemasaran menjadi penghubung antara kedua faktor tersebut. Perusahaan harus dapat
menciptakan faedah (utility) yaitu, kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan konsumen.
Kegiatan pemasaran dapat menciptakan empat faedah, yaitu:
1. Faedah Waktu
Dapat diciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutuhkan untuk membelinya.
2. Faedah Tempat
Diciptakan dengan menyediakan produk pada tempat yang strategis apabila konsumen ingin membelinya.
3. Faedah Milik
Diciptakan dengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari penjual kepada pembeli.
4. Faedah Informasi
Diciptakan dengan memberi informasi tetntang penawaran suatu produk kepada konsumen.
Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan
kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Konsep pemasaran banyak dianut oleh perusahaan modern yang ingin mencapai laba
jangka panjang dengan berorientasi kepada konsumen atau pasar.
Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu:
• Pendekatan serba fungsi (functional approach)
• Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
• Pendekatan serba barang (commodity approach)
• Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
• Pendekatan serba sistem (total system approach)
Tinjauan satu pendekatan akan menyinggung tinjauan dari pendekatan lainnya.
Pendekatan Serba Fungsi
Fungsi pokok pemasaran adalah:
1. Penjualan
Merupakan tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju.
2. Pembelian
Fungsi pembelian bertujuan memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual dengan harga, pelayanan dari penjual dan kualitas produk tertentu
3. Pengangkutan
Merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang dikonsumsikan.
4. Penyimpanan
Merupakan fungsi menyimpan barang pada saat barang selesai diproduksi sampai
pada saat barang dikonsumsikan. Alasan mengadakan penyimpanan adalah:
a) Produksi bersifat musiman, sedangkan konsumen bersifat terus-menerus
b) Konsumsi bersifat musiman, sedangkan produksi terus-menerus
c) Spekulasi, yaitu dengan membeli dan menimbun barang untuk dijual pada waktu
harga sedang naik.
d) Menyetabilkan harga, membeli dan menimbun barang pada waktu barang melimpah sehingga harganya rendah, kemudian menjualnya pada waktu terdapat kekurangan barang.
e) Penyimpanan memungkinkan pembelian dalam jumlah besar sehingga memungkinkan untuk memperoleh potongan harga.
5. Pembelanjaan
Adalah fungsi mendapatkan modal dari sumber ekstern guna menyelenggarakan
kegiatan pemasaran.
6. Penanggungan Risiko
Adalah fungsi menghindari dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan pemasaran
barang. Macam-macam risiko antara lain:
a) Risiko yang ditimbulkan oleh alam
b) Risiko yang ditimbulkan oleh manusia
c) Risiko yang ditimbulkan oleh pasar
Cara-cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko adalah:
a) Memperkecil jumlah persediaan barang
b) Mengusahakan fasilitas penyimpanan yang baik dan kuat
c) Mengasuransikan barang-barang yang disimpan
7. Standardisasi dan Grading
Standardisasi adalah penentuan batas-batas dasar dalam bentuk spesifikasi barang-barang hasil manufaktur. Dasar penentuannya adalah:
• Ukuran jumlah (Rim untuk kertas)
• Ukuran kapasitas (1 liter untuk oli)
• Ukuran fisik (4 R untuk ban sepeda motor)
• Ukuran kekuatan (tenaga kuda untuk mesin dan motor)
Grading adalah usaha menggolongkan barang ke dalam golongan standard kualitas yang telah mendapat pengakuan dunia perdagangan. Cara penggolongannya adalah:
• Memeriksa dan menyortir dengan panca indra
• Memeriksa dan menyortir dengan alat
• Memeriksa dan menyortir melalui contoh barang
8. Pengumpulan Informasi Pasar
Dalam fungsi ini termasuk pula pengumpulan dan penafsiran keterangan-keterangan tentang barang.
Kedelapan fungsi tersebut dapat dimasukkan ke dalam tiga macam fungsi, yaitu:
• Fungsi pertukaran
• Fungsi penyediaan
• Fungsi penunjang
Pendekatan Serba Lembaga
Lembaga tersebut adalah :
• Penyedia bahan / supplier
• Produsen
• Perantara dagang
• Perantara agen
• Perusahaan saingan
• Pembeli akhir
Pendekatan Serba Barang
Merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang
bagaimana barang tertentu pindah dari titik produksi ke konsumen akhir.
Pendekatan Serba Manajemen
Mempelajari pemasaran dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta
keputusan yang mereka ambil.
Pendekatan Serba Sistem
Sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas
pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Sebagai salah satu fungsi pokok dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh manajemen pemasaran yang membawahi sejumlah individu yang dikelompokkan ke dalam sub bagian, yaitu: sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang dan sub bagian penjualan umum. Masing-masing sub bagian dipegang oleh seorang manajer yang bertanggung-jawab pada manajer pemasaran.
PASAR
Pengertian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya
Macam-macam pasar
• Pasar konsumen, pembeli yang membeli barang untuk dikonsumsi
• Pasar industri, individu/organisasi yang membeli barang untuk dipakai lagi
• Pasar penjual, individu/organisasi yang membeli barang untuk dijual lagi
• Pasar pemerintah, pasar dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintah
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.
MARKETING MIX DAN PRODUK
Pengertian Marketing Mix
Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan system distribusi.
Marketing mix tersebut merupakan satu perangkat yang akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran bagi perusahaan; dan semua ini di tujukan untuk memberikan kepuasan kepada segmen pasar atau konsumen yang dipilih.
Pengertian Barang
Barang/produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat di raba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengece, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang di terima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongkritannya
1. Barang tahan lama
Barang tahan lama (durable godds) adalah barang-barang yang secara normal hanya dapat di pakai berkali-kali; jadi dapat di pakai untuk jangka waktu yang relative lama.
2. Barang tidak tahan lama
Barang tidak tahan lama (nondurable godds) adalah barang-barang yang secara normal hanya dapat di pakai satu kali saja atau beberapa kali saja, artinya sekali barang itu dipakai akan habis, rusak, atau tidak dapat dipakai lagi.
3. Jasa
Jasa adalah kegiatan, manfaat, atau kepuasaan yang di tawarkan untuk dijual.
Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya oleh si Pemakai
• Barang konsumsi
• Barang industry
Siklus kehidupan barang ( product Life Cycle)
Siklus kehidupan barang merupakan kehidupan / umur (life cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terdapat dipasaran. Tahap-tahap siklus kehidupan barang :
- tahap perkenalan
- tahap pertumbuhan
- tahap kedewasaan
- kejenuhan
- tahap kemunduran.
Merk
Merk / brand merupakan suatu nama, istilah simbul, atau disain ( rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk member tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
SALURAN PEMASARAN
Pengertian saluran Distribus
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industry.
Adapun lembaga-lembaga yang ikut mengambil bagian dalam penyaluran barang ini adalah : produsen, perantara, dan konsumen akhir atau pemakai industry.
Alternative Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri
Perantara adalah individu lembaga bisnis yang beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industry. Adapun macam-macam perantara yang ada adalah :
- Pedang besar
- Pengecer
- Agen
Adapun macam-macam saluran distribusi yang ada membedakan antara saluran distribusi untuk barang konsumsi dengan saluran distribusi untuk barang distribusi. Saluran 1 sampai dengan 5 merupakan saluran distribusi untuk barang komsumsi, sedangkan saluran 6 sampai dengan 9 merupakan saluran distribusi untuk barang industry. Pedagang besar untuk barang industry sering disebut sebagai distributor industry.
• Saluran 1. Bentuk saluran distribui yang paling pendek dan sederhana adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa menggunakan perantara.
• Saluran 2. Seperti halnya dengan saluran 1, saluran ini juga di sebut sebagai sebagai saluran distribusi langsung. Disini, pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen.
• Saluran 3. Saluran distribusi semacam ini banyak di pakai oleh produsen barang konsumsi, dan dinamakan sebagai saluran distribusi iradisional.
• Saluran 4. Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian dijual ke toko-toko kecil.
• Saluran 5. Di sini, produsen memiih agen (agen penjual atau agen pabrik) sebagai penyalurnya.
• Saluran 6. Saluran distribusi barang industry dari produsen ke pemakai industry ini merupakan saluran yang paling pendek, dan disebut sebagai saluran distribusi langsung.
• Saluran 7. Produsen barang-barang jenis perlengkapan operasi dan perlengkapan ekstra kecil dapat menggunakan distributor industri untuk mencapai pasarnya.
• Saluran 8. Saluran distribusi ini dapat di pakai oleh perusahaan dengan pertimbangan antara lain bahwa unit penjualannya terlalu kecil untuk di jual secara langsung.
• Saluran 9. Biasanya saluran distribusi semacam ini dipakai oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran.
Saluran distribusi Ganda
Adanya saluran distribusi ganda ini dapat menciptakan system saluran yang bersaingan dari satu produsen. Di samping itu, produsen tidak perlu menggantungkan kegiatan penyaluran pada satu penyalur atau penyalur tertentu. Produsen juga lebih leluasa untuk mencapai konsumen akhir dengan mendirikan took pengecer sendiri.
Perantara saluran
Adapun jenis-jenis perantara :
• Pedagang Besar
Pedagang besar merupakan salah satu lembaga saluran yang penting, terutama untuk menyalurkan barang konsumsi.
• Pengecer
Pedagang eceran ini meliputi semua kegiatan yang berhubungan secara langsung dengan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk keperluan pribadi (bukan untuk keperluan bisnis).
• Agen
Adapun jenis-jenis agen yang ada antara lain :
- Agen penjualan, yang mempunyai tugas utama mencarikan pasar bagi produsen
- Agen pembelian, yang mempunyai tugas utama mencarikan penyedia/supplier bagi para pembeli.
- Agen pengangkutan, yang mempunyai tugas utama menyampaikan barang dari penjual kepada pembelinya.
Jumlah perantara dalam Saluran
Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternatife yang dapt ditempuh, yaitu :
1. Distribusi intensif
Distribusi intensif merupakan suatu strategi yang di gunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sebanyak mungkin penyalur (terutama pengecer) untuk mencapai konsumen, agar kebutuhan mereka cepat terpenuhi.
2. Distribusi selektif
Distribusi selektif merupakan suatu strategi yang di gunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sejumlah pedagang besar dan atau pengecer yang terbatas dalam daerah geografis tertentu.
3. Distribusi ekslusif
Distribusi ekslusif merupakan suatu strategi yang di gunakan oleh perusahaan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer di daerah pasar tertentu.
Distribusi fisik
Pada pokoknya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah :
1) Pengangkutan
Pengangkutan dapat di artikan sebagai pemindahan barang melalui suatu jalan atau jalur yang mengambil tempat di antara lembaga-lembaga saluran, atau antara lembaga saluran dengan konsumen.
2) Penyimpanan
Seperti halnya dengan pengangkutan, masalah penyimpanan ini sering memerlukan pemikiran tersendiri lebih-lebih bagi perusahaan yang tidak mempunyai fasilitas penyimpanan sendiri.
PENENTUAN HARGA
Arti dan pentingnya harga
Harga merupakan sejumlah uang ( ditambahkan beberapa barang kalau mungkin) yang di butuhkan untuk mendappatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
Penentuan harga ini merupakan salah satu keputusan yang penting bagi manajemen. Harga yang ditetapkan harus dapat menutupi semua ongkos, atau bahkan lebih dari itu, yaitu mendapatkan laba.
Factor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi, oleh beberapa factor, seperti :
- kondisi perekonomian
- penawaran dan permintaan
- elastisitas permintaan
- persaingan
- biaya
- tujuan manajer
- pengawasan pemerintah
Metode-metode penetapan harga
Ada dua pendekatan pokok dalam penentuan harga jual, yaitu :
1) Penetapan Harga Biaya Plus ( cost-plus pricing method)
Harga jual produk itu dapat dihitung dengan rumus :
BIAYA TOTAL + MARGIN = HARGA JUAL
2) Penetapan Harga Mark-Up (mark-up pricing method)
HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL
3) Penetapan Harga Break-even (break-even pricing)
BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
4) Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar
Dalam hal ini, penentuan harga tidak di dasarkan pada biaya, tetapi justru harga yang menentukan biya bagi perusahaan.
Politik Penetapan Harga
Beberapa politik penetapan harga :
1) Penetapan harga psikhologis
Kebijaksanaan ini biasanya di gunakan untuk penjualan barang pada tingkat pengecer.
2) Price lining
price lining ini lebih banyak di gunakan oleh pengeceri dari pada pedagang besar atau produsen.
3) Potongan harga
Potong (discount) merupakan pengurangan dari harga yang ada.
4) Penetapan Harga Geografis
Di sini penjual harus mempertimbangkan ongkos angkut atau ongkos kirim untuk barang-barang yang di sampaikan kepada pembeli.
PROMOSI DAN PERIKLANAN
A. Promosi
Promosi merupakan salah satu variabel marketing mixyang digunakan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya. Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi da empat, yakni :
B. Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu. Adapun masalah-masalah, yakni :
• Tujuan Periklanan, menjual atau meningkatkan penjual barang atau jasa.
• Jenis Periklanan, periklanan digolongakan menjadi dua, yakni : periklanan barang(product advertising), periklanan kelembagaan(Institusional advertising).
• Media Periklanan, jenis-jenis media tersebut adalah : Surat kabar, majalah, radio, televisi, pos langsung.
• Biro Periklanan, merupakan lembaga bisnis yang berdiri sendiri, yangmengkhususkan kegiatan dibidang perencanaan.
PERSONALSELLING, PROMOSI, PENJUALAN, DAN PUBLISITAS
A. Personal Seling
Personal Seling adalah interaksi antara individu, saling bertemu muka yang ditunjukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. Materi yang dibahas di personal seling, yakni :
1. Proses Personsl Selling, tahap yang perlu dalakukan dalam proses personal seling, yakni : persiapan sebelum penjualan, penentuan lokasi pembeli potensial, pendekatan pendahuluan, melakukan penjualan, pelayanan sesudah penjualan.
2. Jenis Tugas Penjualan dan Salesman, jenis tugas-tugas penjualan beserta salesmannya, yakni : Trade sellingdan merchandising salesman, missionary selling dan detailman, technical selling dan sales engineer, new business selling dan pioneer product salesman.
B. Promosi Penjualan
Promosi penjualan, merupakan kegiatan tersebut dapat digunakan mendukung kegiatan promosi yang lain.
C. Publisitas
Publisitas merupakan salah satu kegiatan promosi yang dilakukan melalui suatu media.
disain dan perilaku organisasi bab 5
PENGERTIAN ORGANISASI
• Pengertian Organisasi
Dalam berbagai kegiatan, kita akan mengaitkan dengan organisasi. Tim olahraga, organisasi sosial, kelompok keagamaan, sampai aktifitas pekerjaan semuanya berorganisasi. Segala keberhasilan sebuah perusahaan juga bergantung pada organisasi. Adanya struktur yang mapan sangat diperlukan untuk menjamin agar rencana manajer dapat dilaksanakan.
Intinya organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
Manejer harus menyusun suatu struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan. Definisi organisasi itu mencangkup tiga elemen pokok, yaitu : (1) interaksi manusia, (2) kegiatan mengarah pada tujuan, dan (3) struktur.
Jika suatu perusahaan itu tumbuh, kebutuhan akan organisasi semakin meningkat. Dengan semakin besarnya perusahaan, kiranya semakin diperlukan adanya spesialisasi dan jumlah karyawan yang lebih banyak. Banyaknya personalia dengan spesialisasi yang ada tidak memungkinkan bagi seorang untuk menangani seluruh kegiatan. Kerena manejer menghadapi jumlah karyawan yang besar dengan spesialisasi, maka diperlukan adanya organisasi formal.
ORGANISASI FORMAL
Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan wewenang tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manejemen agar pekerjaan dapat dilakukan.
Organisasi formal menawarkan bidang-bidang tetap (relatif) yang masing-masing orang bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. Pada saat yang sama, tentunya, pekerjaan yang dilakukan oleh setiap orang itu menjadi bagian dari tugas yang lebih besar yang harus diselesaikan secara keseluruhan oleh perusahaan. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan stuktur organisasi formal adalah (1) wewenang, (2) tanggung jawab, (3) pertanggungjawaban, (4) delegasi, dan (5) koordinasi.
ORGANISASI INFORMAL
Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.
Organisasi informal terjadi dalam semua perusahaan karena adanya interaksi manusia, dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban. Para manajer sering menghendaki untuk menjauhkan organisasi informal. Hal ini dapat bertentangkan dengan perintah-perintah formal , mendapatkan cara yang tidak dapat diterima dalam pelaksanaan tugas, atau dapat menimbulkan perubahan-perubahan dari apa yang sedang dilaksanakan.
Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. Sistem komunikasi ini disebut sistem tanaman rambat. Informasi tersebut dapat menjadi berlebihan, kurang tepat, kurang terpercaya,atau dapat juga dipercaya.
SENTRALISASI VS DESENTRALISASI
Istilah sentralisasi dan desentralisasi sering dipakai dalam manajemen.
Organisasi yang disentralisir
Sebuah perusahan yang mengambil kebijakan menempatkan wewenang pengambilan keputusan utama dan pengendalian di tangan beberapa eksekutif puncak disebut organisasi manejemen yang disentralisir.
Organisasi yang didesentralisir
Manajemen yang didesentralisir merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi. Beberapa perusahaan mendesentralisir pengambilan keputusannya karena mengetahui bahwa kondisi dari pabrik ke pabrik berbeda. Karyawan disetiap pabrik mengetahui bahwa kegiatannya lebih baik dari pada organisasi yang disentralisir.
STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUNANNYA
Setiap organisasi akan lebih dulu memusatkan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Manajemen menganalisis jabatan-jabatan yang dilakukan. Kemudian, orang dengan minat dan kualifikasi tertentu ditarik untuk memegang jabatan. Koordinasi tentang kegiatan setiap karyawan merupakan tanggung jawab penting yang lain dari manajemen, karena mereka harus kompak jika ingin perusahaan beroperasi secara lancar. Karyawan harus tahu apa yang diharapkan dari pekerjaan, siapa atasannya, dan bagaimana pekerjaan itu cocok dengan struktur organisasi keseluruhan, semuanya diharapkan untuk membentuk angkatan kerja yang loyal dan harmonis.
PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu :
1. Interaksi kemanusian
2. Kegiatan yang terarah ke tujuan
3. Struktur
Tujuan sebuah perusahaan yang berupa menyediakan barang yang berkualitas baik dengan harga bersaing kepada konsumen tidak dapat manjabarkan kondisi peralatan produksi yang harus diperiksa secara teratur dan diperbaiki jika terjadi kerusakan. Tujuan perusahaan sering bersifat luas dan tidak memberi ciri kegiatan kerja secara individual. Akibatnya, tujuan-tujuan itu harus dipecah kedalam tujuan-tujuan khusus untuk setiap karyawan dalam perusahaan.
Hierarki tujuan
Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan masing-masing perusahaan.
Tujuan yang lebih luas menyangkut kemampulabaan, penjualan, pangsa pasar, dan jasa dipecah kedalam tujuan-tujuan untuk masing-masing divisi, masing-masing pabrik, masing-masing departemen, masing-masing kelompok kerja, dan masing-masing karyawan individual.
Departementalisasi
Pembentukan struktur organisasi dimulai dengan penganalisisan kegiatana-kegiatan utama organisasi. Di kebanyakan perusahaan, kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, dan personalia. Masing-masing kegiatan ditugaskan ke departemen atau bagian yang berbeda dalam perusahaan termasuk manejer dan perusahaannya.
Wewenang dan tanggung jawab
Dengan tumbuhnya organisasi, manejer harus menugaskan sebagian kegiatannya kepada bawahan agar dapat mencurahkan waktunya pada fungsi-fungsi manajerial. Tindakan menugaskan kegiatan bawahan ini disebut pendelegasian.
Dalam pendelegasian kegiatan, manajer memberikan tanggung jawab kepada bawahan untuk melaksanakan tugas-tugas yang ditugaskannya. Disamping tanggung jawab, bawahan juga diberi wewenang yang sepadan dengan tanggung jawab tersebut. Setelah melakukan tugas sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabannya, bawahan harus memberikan pertanggung jawaban kepada atasannya.
Menjamin komunikasi yang efektif
Komunikasi merupakan tugas yang relatif sederhana bagi organisasi kecil. Sering komunikasi itu berupa tatap muka, dan perintah yang kurang jelas dapat diperbaiki dengan pembicaraan secara personal. Akan tetapi masalah komunikasi ini semakin banyak dengan tumbuhnya organisasi.
Menghindari pertumbuhan organisasi yang tidak perlu
Dengan meningkatnya kekomplekan dan ukuran organisasi muncul kecenderungan untuk menambah personalia atasan dan spesialis. Kecendurungan ini bersifat alami seperti yang dapat rentang pengendalian mereka terbatas. Akan tetapi, perencana organisasi harus yakin bahwa jenjang manajer baru dan beberapa penasihat teknis sangat diperlukan,
BENTUK-BENTUK ORGANISASI
Organisasi garis
Kebaikan :
• Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah
• Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan, sebab tidak perlu membicarakan dengan orang lain
• Pimpinan dapat lebih cepat dalam meberikan perintah, sebab perintah tersebut dapat diberikan langsung pada bawahan
• Menghemat biaya, sebab pengawasan dari berbagai kegiatn hanya dilakukan seorang saja
Keburukan :
• Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan
• Tidak ada spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petuga sehingga kurang efisien
• Kurangnya kerjasama di antara masing-masing bagian
Organisasi garis dan staf
Kebaikan :
• Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus diluar bagiannya
• Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga akan memperingan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi kerja
• Staf dapat mendidik para petugas
• Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga meciptakan aliran kekuasaan dengan jelas
Keburukan :
• Kadang-kadang staf tidak meberi saran tetapi perintah, sehingga dapat menimbulkan pertentangan dengan manajer yang bersnagkutan
• Dalam, menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf dari pada atasannya
• Staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil
Organisasi fungsional
Dalam organisasi fungsional, masing-masing manajer adalah seorang spesialis atau ahli dan masing-masing bawahan/pekerja mempunyai beberapa pimpinan. Bentuk ini lebih menekankan pada pembagian fungsi. Oleh karena itu bentuk ini sulit dan jarang sekali dipakai.
a. Kebaikan Organisasi Fungsional
Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya, sehingga terdapat keserasian antar tugas dan keahliannya, tugas para manjer menjadi lebih ringan.
b. Keburukan Organisasi Fungsional
Membingungkan para pekerja, tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan. Kesulitan-kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi, kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan diantar para manjer.
Organisasi Komite
Komite sering dilakukan untuk mengumpulkan pendapat tentang berbagai kegiatan
dalam perusahaan. Untuk membentuk komite harus memperhatikan syarat-syarat berikut ini :
1. Suasananya santai dan bersifat informal
2. Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas-tugasnya
3. Komite mengetahui tentang tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
4. Masing-masing anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggota yang lain
5. Keputusan diambil secara konsensus
6. Masing-masing anggota bebas mengemukakan pendapat
7. Ketua komite tidak mempunyai kekuasaan atas yang lain
Organisasi Matriks
Organisasi matrik, juga disebut organisasi manajemen proyek, dapat didefinisikan
sebagai struktur organisasi dimana para spesialis dari bagian-bagian yang berbeda disatukan untuk mengerjakan proyek khusus. Dalam organisasi seperti itu beberapa anggota organisasi memberikan laporan kepada dua atasan, bukannya satu atasan seperti bentuk yang tradisional.
PERILAKU KEORGANISASIAN
Prediktor-prediktor penting dalam organisasi kerja meliputi kelompok kerja, motivasi,
sikap pekerjaan, dan kepemimpinan.
Kelompok Kerja
Kelompok kerja merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama
mempunyai pekerjaan serupa (umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok. Kelompok tersebut dapat mengisi kebutuhan para anggotanya, kebutuhan-kebutuhan itu dapat berupa: (1) kebutuhan berkomunikasi, (2) kebutuhan mempertahankan harga diri dan kepentingan ekonomi, serta (3) kebutuhan akan perlindungan. Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal, yaitu: (1) keakraban satu sama lain, (2) kepentingan bersama, (3) pekerjaan serupa, dan (4) persahabatan.
Motivasi
Motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang
mereka lakukan. Karyawan dapat dimotivasi untuk bergabung dalam sebuah kelompok kerja jika mereka merasa bahwa kebutuhan pribadinya dapat lebih terpenuhi denagan cara seperti itu.
Jenjang Kebutuhan Karyawan
Teori motivasi dari Abraham H. Maslow (seorang ahli psikolog) menekankan dua ide
dasar yaitu:
1. Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia
2. Kebutuhan manusia dikelompokkan dalam sebuah hierarki kepentingan. Jika satu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan lain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan memerlukan pemuasan
Kebutuhan pertama yang harus dipenuhi adalah kebutuhan fisiologis, seperti rasa lapar, haus, dan lelah. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, baru kemudian orang berusaha memenuhi kebutuhan yang berjenjang lebih tinggi, demikian seterusnya sampai kebutuhan paling tinggi terpenuhi, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri.
Perkembangan teknologi telah menyebabkan penggunaan mesin dan peralatan otomatis yang lebih besar. Kecenderungan ke arah yang lebih otomatis di bidang manufaktur dan pertanian lambat laun akan mendapat tantangan dari serikat buruh, karena mereka merasa bosan dan tidak memperoleh kesempatan untuk menggunakan keterampilannya.
Kepemimipinan
Dalam perusahaan, kepemimipinan berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan
untuk melakukan pekerjaan. Manajer yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjaan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimipin yang baik. Untuk mengetahui gaya kepemimipinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai manjer yang menghendakinya segalanya telah dilakukan, tetapi mereka harus pula belajar bekerja dalam struktur yang ada secara efektif.
• Pengertian Organisasi
Dalam berbagai kegiatan, kita akan mengaitkan dengan organisasi. Tim olahraga, organisasi sosial, kelompok keagamaan, sampai aktifitas pekerjaan semuanya berorganisasi. Segala keberhasilan sebuah perusahaan juga bergantung pada organisasi. Adanya struktur yang mapan sangat diperlukan untuk menjamin agar rencana manajer dapat dilaksanakan.
Intinya organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
Manejer harus menyusun suatu struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan. Definisi organisasi itu mencangkup tiga elemen pokok, yaitu : (1) interaksi manusia, (2) kegiatan mengarah pada tujuan, dan (3) struktur.
Jika suatu perusahaan itu tumbuh, kebutuhan akan organisasi semakin meningkat. Dengan semakin besarnya perusahaan, kiranya semakin diperlukan adanya spesialisasi dan jumlah karyawan yang lebih banyak. Banyaknya personalia dengan spesialisasi yang ada tidak memungkinkan bagi seorang untuk menangani seluruh kegiatan. Kerena manejer menghadapi jumlah karyawan yang besar dengan spesialisasi, maka diperlukan adanya organisasi formal.
ORGANISASI FORMAL
Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan wewenang tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manejemen agar pekerjaan dapat dilakukan.
Organisasi formal menawarkan bidang-bidang tetap (relatif) yang masing-masing orang bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. Pada saat yang sama, tentunya, pekerjaan yang dilakukan oleh setiap orang itu menjadi bagian dari tugas yang lebih besar yang harus diselesaikan secara keseluruhan oleh perusahaan. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan stuktur organisasi formal adalah (1) wewenang, (2) tanggung jawab, (3) pertanggungjawaban, (4) delegasi, dan (5) koordinasi.
ORGANISASI INFORMAL
Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.
Organisasi informal terjadi dalam semua perusahaan karena adanya interaksi manusia, dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban. Para manajer sering menghendaki untuk menjauhkan organisasi informal. Hal ini dapat bertentangkan dengan perintah-perintah formal , mendapatkan cara yang tidak dapat diterima dalam pelaksanaan tugas, atau dapat menimbulkan perubahan-perubahan dari apa yang sedang dilaksanakan.
Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. Sistem komunikasi ini disebut sistem tanaman rambat. Informasi tersebut dapat menjadi berlebihan, kurang tepat, kurang terpercaya,atau dapat juga dipercaya.
SENTRALISASI VS DESENTRALISASI
Istilah sentralisasi dan desentralisasi sering dipakai dalam manajemen.
Organisasi yang disentralisir
Sebuah perusahan yang mengambil kebijakan menempatkan wewenang pengambilan keputusan utama dan pengendalian di tangan beberapa eksekutif puncak disebut organisasi manejemen yang disentralisir.
Organisasi yang didesentralisir
Manajemen yang didesentralisir merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi. Beberapa perusahaan mendesentralisir pengambilan keputusannya karena mengetahui bahwa kondisi dari pabrik ke pabrik berbeda. Karyawan disetiap pabrik mengetahui bahwa kegiatannya lebih baik dari pada organisasi yang disentralisir.
STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUNANNYA
Setiap organisasi akan lebih dulu memusatkan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Manajemen menganalisis jabatan-jabatan yang dilakukan. Kemudian, orang dengan minat dan kualifikasi tertentu ditarik untuk memegang jabatan. Koordinasi tentang kegiatan setiap karyawan merupakan tanggung jawab penting yang lain dari manajemen, karena mereka harus kompak jika ingin perusahaan beroperasi secara lancar. Karyawan harus tahu apa yang diharapkan dari pekerjaan, siapa atasannya, dan bagaimana pekerjaan itu cocok dengan struktur organisasi keseluruhan, semuanya diharapkan untuk membentuk angkatan kerja yang loyal dan harmonis.
PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu :
1. Interaksi kemanusian
2. Kegiatan yang terarah ke tujuan
3. Struktur
Tujuan sebuah perusahaan yang berupa menyediakan barang yang berkualitas baik dengan harga bersaing kepada konsumen tidak dapat manjabarkan kondisi peralatan produksi yang harus diperiksa secara teratur dan diperbaiki jika terjadi kerusakan. Tujuan perusahaan sering bersifat luas dan tidak memberi ciri kegiatan kerja secara individual. Akibatnya, tujuan-tujuan itu harus dipecah kedalam tujuan-tujuan khusus untuk setiap karyawan dalam perusahaan.
Hierarki tujuan
Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan masing-masing perusahaan.
Tujuan yang lebih luas menyangkut kemampulabaan, penjualan, pangsa pasar, dan jasa dipecah kedalam tujuan-tujuan untuk masing-masing divisi, masing-masing pabrik, masing-masing departemen, masing-masing kelompok kerja, dan masing-masing karyawan individual.
Departementalisasi
Pembentukan struktur organisasi dimulai dengan penganalisisan kegiatana-kegiatan utama organisasi. Di kebanyakan perusahaan, kegiatan ini berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, dan personalia. Masing-masing kegiatan ditugaskan ke departemen atau bagian yang berbeda dalam perusahaan termasuk manejer dan perusahaannya.
Wewenang dan tanggung jawab
Dengan tumbuhnya organisasi, manejer harus menugaskan sebagian kegiatannya kepada bawahan agar dapat mencurahkan waktunya pada fungsi-fungsi manajerial. Tindakan menugaskan kegiatan bawahan ini disebut pendelegasian.
Dalam pendelegasian kegiatan, manajer memberikan tanggung jawab kepada bawahan untuk melaksanakan tugas-tugas yang ditugaskannya. Disamping tanggung jawab, bawahan juga diberi wewenang yang sepadan dengan tanggung jawab tersebut. Setelah melakukan tugas sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabannya, bawahan harus memberikan pertanggung jawaban kepada atasannya.
Menjamin komunikasi yang efektif
Komunikasi merupakan tugas yang relatif sederhana bagi organisasi kecil. Sering komunikasi itu berupa tatap muka, dan perintah yang kurang jelas dapat diperbaiki dengan pembicaraan secara personal. Akan tetapi masalah komunikasi ini semakin banyak dengan tumbuhnya organisasi.
Menghindari pertumbuhan organisasi yang tidak perlu
Dengan meningkatnya kekomplekan dan ukuran organisasi muncul kecenderungan untuk menambah personalia atasan dan spesialis. Kecendurungan ini bersifat alami seperti yang dapat rentang pengendalian mereka terbatas. Akan tetapi, perencana organisasi harus yakin bahwa jenjang manajer baru dan beberapa penasihat teknis sangat diperlukan,
BENTUK-BENTUK ORGANISASI
Organisasi garis
Kebaikan :
• Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah
• Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan, sebab tidak perlu membicarakan dengan orang lain
• Pimpinan dapat lebih cepat dalam meberikan perintah, sebab perintah tersebut dapat diberikan langsung pada bawahan
• Menghemat biaya, sebab pengawasan dari berbagai kegiatn hanya dilakukan seorang saja
Keburukan :
• Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan
• Tidak ada spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petuga sehingga kurang efisien
• Kurangnya kerjasama di antara masing-masing bagian
Organisasi garis dan staf
Kebaikan :
• Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus diluar bagiannya
• Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga akan memperingan pekerjaan dan meningkatkan efisiensi kerja
• Staf dapat mendidik para petugas
• Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga meciptakan aliran kekuasaan dengan jelas
Keburukan :
• Kadang-kadang staf tidak meberi saran tetapi perintah, sehingga dapat menimbulkan pertentangan dengan manajer yang bersnagkutan
• Dalam, menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf dari pada atasannya
• Staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil
Organisasi fungsional
Dalam organisasi fungsional, masing-masing manajer adalah seorang spesialis atau ahli dan masing-masing bawahan/pekerja mempunyai beberapa pimpinan. Bentuk ini lebih menekankan pada pembagian fungsi. Oleh karena itu bentuk ini sulit dan jarang sekali dipakai.
a. Kebaikan Organisasi Fungsional
Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya, sehingga terdapat keserasian antar tugas dan keahliannya, tugas para manjer menjadi lebih ringan.
b. Keburukan Organisasi Fungsional
Membingungkan para pekerja, tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan. Kesulitan-kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi, kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan diantar para manjer.
Organisasi Komite
Komite sering dilakukan untuk mengumpulkan pendapat tentang berbagai kegiatan
dalam perusahaan. Untuk membentuk komite harus memperhatikan syarat-syarat berikut ini :
1. Suasananya santai dan bersifat informal
2. Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas-tugasnya
3. Komite mengetahui tentang tugas-tugas yang dibebankan kepadanya
4. Masing-masing anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggota yang lain
5. Keputusan diambil secara konsensus
6. Masing-masing anggota bebas mengemukakan pendapat
7. Ketua komite tidak mempunyai kekuasaan atas yang lain
Organisasi Matriks
Organisasi matrik, juga disebut organisasi manajemen proyek, dapat didefinisikan
sebagai struktur organisasi dimana para spesialis dari bagian-bagian yang berbeda disatukan untuk mengerjakan proyek khusus. Dalam organisasi seperti itu beberapa anggota organisasi memberikan laporan kepada dua atasan, bukannya satu atasan seperti bentuk yang tradisional.
PERILAKU KEORGANISASIAN
Prediktor-prediktor penting dalam organisasi kerja meliputi kelompok kerja, motivasi,
sikap pekerjaan, dan kepemimpinan.
Kelompok Kerja
Kelompok kerja merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama
mempunyai pekerjaan serupa (umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok. Kelompok tersebut dapat mengisi kebutuhan para anggotanya, kebutuhan-kebutuhan itu dapat berupa: (1) kebutuhan berkomunikasi, (2) kebutuhan mempertahankan harga diri dan kepentingan ekonomi, serta (3) kebutuhan akan perlindungan. Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal, yaitu: (1) keakraban satu sama lain, (2) kepentingan bersama, (3) pekerjaan serupa, dan (4) persahabatan.
Motivasi
Motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang
mereka lakukan. Karyawan dapat dimotivasi untuk bergabung dalam sebuah kelompok kerja jika mereka merasa bahwa kebutuhan pribadinya dapat lebih terpenuhi denagan cara seperti itu.
Jenjang Kebutuhan Karyawan
Teori motivasi dari Abraham H. Maslow (seorang ahli psikolog) menekankan dua ide
dasar yaitu:
1. Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia
2. Kebutuhan manusia dikelompokkan dalam sebuah hierarki kepentingan. Jika satu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan lain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan memerlukan pemuasan
Kebutuhan pertama yang harus dipenuhi adalah kebutuhan fisiologis, seperti rasa lapar, haus, dan lelah. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, baru kemudian orang berusaha memenuhi kebutuhan yang berjenjang lebih tinggi, demikian seterusnya sampai kebutuhan paling tinggi terpenuhi, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri.
Perkembangan teknologi telah menyebabkan penggunaan mesin dan peralatan otomatis yang lebih besar. Kecenderungan ke arah yang lebih otomatis di bidang manufaktur dan pertanian lambat laun akan mendapat tantangan dari serikat buruh, karena mereka merasa bosan dan tidak memperoleh kesempatan untuk menggunakan keterampilannya.
Kepemimipinan
Dalam perusahaan, kepemimipinan berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan
untuk melakukan pekerjaan. Manajer yang baik pasti akan mendapatkan hasil pekerjaan lebih banyak dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimipin yang baik. Untuk mengetahui gaya kepemimipinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai manjer yang menghendakinya segalanya telah dilakukan, tetapi mereka harus pula belajar bekerja dalam struktur yang ada secara efektif.
Minggu, 17 Oktober 2010
MANAJEMEN DAN ORGANISASI MK PENGANTAR BISNIS
Bab 4
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
PENGERTIAN MANAJEMEN
• Arti dan Fungsi Manejemen
Manejemen adalah ilmu dan seni merencenakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasiakan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Fungsi dari manejemen ;
1. Perencanaan
2. Pengorganisasi
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan
Mekanisme kerja dari fungsi-fungsi tersebut dimulai dengan adanya keinginan dan kebutuhan serta informasi. Adanya keinginan dan kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Maksud tersebut akan lebih mendorong seseorang untuk dilakukan bilamana telah tersedia sejumlah informasi.
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau sebuah lembaga tentu mempunyai tujuan, dan untuk mencapai tujuan tersebut patutlah dibuat perencanaan telebih dahulu.
Setelah perencanaan tersbut disusun, baru ditetapkan siapa yang akan melakukan, bagaimana pembagian kerjanya, bagaimana wewenang, tanggung jawab serta penanggung jawab masing-masing kegiatan. Mereka (pelaksana organisasi) terdiri atas orang-orang yang berbeda-beda. Meskipun sudah diorganisir didalam suatu wadah organisasi, belum tentu kegiatan searah dengan yang lain. Oleh karena itu perlulah diadakan pengarahan agar masing-masing bersedia menyumbangkan tenaganya semaksimal mungkin untuk mencapai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi untuk mencapai tujuan harus ada kegiatan, dalam mana kegiatan-kegiatan yang sama disatukan di dalam suatu wadah yang disebut fungsi. Tentu saja fungsi yang dilakukan banyak dan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu fungsi-fungsi yang berebeda-beda ini perlu dikoordinasikan sekedemikian rupa, agar supaya tidak terdapat kontradiksi antara fungsi yang satu dengan yang lainnya untuk menuju kepada sasaran yang sama.
Sebuah rencana yang sudah ditetapkan sekarang dimaksudkan untuk dilaksanakan pada waktu-waktu mendatang. Karna waktu mendatang tidak tahu pastinya dan akan menimbulkan ketidak pastian sehingga berakibatnya penyimpangan, sehingga hasil kerja tidak sesuai dengan perencanaan. Untuk menjaganya agar tidak menyimpang jauh dari pelaksanaan, maka perlulah diadakan pengawasan/pengendalian.
• Jenjang Manejemen
Perusahaan besar biasanya memiliki setidaknya tiga jenjang manejemen. Ketiganya yaitu manejemen puncak atau manejemen eksekutif, manejemen madya atau manejemen administrasi, dan manejemen operasional atau manejemen operasional atau manejemen supervisor.
a) Manejemen puncak
Jenjang tertinggi dimana sering disebut maneger senior atau eksekutif kunci, biasanya mempunyai berbagai pengalaman yang banyak. Meliputi dewan direktur, direktur utama, atau CEO, dan pimpinan lain. Manejemen ini bertugas menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting tentang hal-hal seperti penggabungan (merger), produk baru, dan pengeluaran saham.
b) Manejemen Madya
Jenjang selanjutnya, yang mempunyai tanggung jawab dalam penyusunan rencana operasi yang melaksanakan rencana-rencana umum dari manejemen puncak. Biasanya meliputi manejer pabrik atau manejer divisi.
c) Manejemen Opersional
Jenjang manejemen terendah, yang tugasnya menyangkut pelaksansaan rencana yang telah dibuat. Bagiannya dinamakan supervisor garis pertama, karena mereka brtanggung jawab melakukan supervise kepada para karyawan yang mengerjakan kegiatan harian.
• Sekolah-Sekolah tentang Pemikiran Manejemen
a) Sekolah klasik
Sekolah klasik berawal dengan adanya formasi perusahaan-perusahaan besar. Banyak dari literatur klasik ditulis antara perang dunia I dengan perang dunia II. Teori klasik mendefinisikan manajemen menurut tugas yang dilakukan oleh para manajer. Sekolah klasik telah memberikan saran tentang fungsi-fungsi manajemen primer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.\
b) Sekolah perilaku
Sekolah perilaku yang juga disebut leadership, human relations, atau behavioral sciences school of management, telah menjadi popular dalam tahun 90an. Sekolah ini memusatkan perhatian pada aspek kemanusiaan dari manejemen dan menekan kebutuhan bagi para manager untuk memahami manusia. Para manager itu harus tau bagaimana memotivasi bawahan yang ia pimpin.
c) Sekolah Ilmu Manejemen
Tidak seperti sekolah klasik, yang mengidentifasikan tugas-tugas manejemen, sekolah ilmu manejemen ini melibatkan mametik dan statistik. Model-model matematis digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah operasional perencanaan dan pengendalian. Ilmu manejemen merupakan suatu pendekatan kuantitatif yang memberikan alat untuk menyelesaikan masalah-maslah bisnis.
d) Analisis sistem
Analisis sistem menawarkan suatu alat untuk melihat kegiatan intern dan ekstern perusahaan. Analisis sistem ini berkaitan dengan masalah-masalah yang melibatkan semua komponen secara bersamaan. Misalnya mengambil keputusan tentang harga yang memerlukan pertimbangan menyangkut pengaruh pada kesan produk, penjualan unit, jaringan distribusi, dan seterusnya.
e) Manejemen hasil
Menejemen hasil memusatkan pada hasil dari sebuah usaha, bukan perilaku pada karyawan. Hasil yang dibuat oleh manager atau karyawan merupakan hal penting, bukannya seberapa besar kesibukannya.
PERENCANAAN
Perencanaan merupakan awal berjalannya kegiatan atau fungsi-fungsi manejemen. Bentuk-bentuk perencanaan :
a) Tujuan
Tujuan merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu ditawarkan, dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b) Kebijakan
Kebijakan adalah suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan untuk mencapai tujuan.
c) Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dan rencana yang telah dibuat.
d) Prosedur
Prosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk eaktu mendatang.
e) Aturan
Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.
f) Program
Program merupakan campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberi tugas yang disertai dengan suatu anggaran (budget), semua ini akan menciptakan adanya tindakan.
PENGOOGANISASIAN
Pengorganisasian merupakan usaha untuk menyusun komponen-komponen poko sedemikian rupa, sehingga dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Fungsinya sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan dan fakto-faktor fisik agar semua pekerja yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan.
PENGARAHAN
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan.
Pengarahan dapat ditunjukan melalui : orientasi, perintah, delegasi wewenang. Dalam peritah ada tiga bentuk yaitu perintah umum atau khusus , perintah lisan atau tertulis, dan perintah formal atau non formal.
PENGKOORDINASIAN
Adanya berbagai pendapat yang berbeda diantara masing-masing individu dalam organisasi akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil. Pendapat-pendapat tersebut perlu diselaraskan dengan mengadakan koordinasi agar mendapatkan keputusan agar kegiatan berjalan dengan baik, dan hubungan tetap harmonis.
PENGAWASAN
Pengwasan merupakan kegiatan terakhir dari fungsi-fungsi manejemen. Dengan pengawasan dengan membandingkan segala suatu yang telah dijalankan dengan standart atau rencananya, serta melakukan perbaikan-perbaikan bilamana terjadi penyimpangan. Jadi, dengan pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
Langkah-langkah pengawasan :
• Meciptakan standart, standart merupakan criteria untuk mengukur hasil pekerjaan yang sudah dilakukan.
• Membandingkan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sampai beberapa jauh adanya penyimpanan yang telah terjadi.
• Melakukan tindakan koreksi, sebagai hasil akhir harus ada pengoreksikan, sehingga dapat menjadi pelajaran untuk memperbaiki atau menambah kualitas hasil.
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
PENGERTIAN MANAJEMEN
• Arti dan Fungsi Manejemen
Manejemen adalah ilmu dan seni merencenakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasiakan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Fungsi dari manejemen ;
1. Perencanaan
2. Pengorganisasi
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan
Mekanisme kerja dari fungsi-fungsi tersebut dimulai dengan adanya keinginan dan kebutuhan serta informasi. Adanya keinginan dan kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Maksud tersebut akan lebih mendorong seseorang untuk dilakukan bilamana telah tersedia sejumlah informasi.
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau sebuah lembaga tentu mempunyai tujuan, dan untuk mencapai tujuan tersebut patutlah dibuat perencanaan telebih dahulu.
Setelah perencanaan tersbut disusun, baru ditetapkan siapa yang akan melakukan, bagaimana pembagian kerjanya, bagaimana wewenang, tanggung jawab serta penanggung jawab masing-masing kegiatan. Mereka (pelaksana organisasi) terdiri atas orang-orang yang berbeda-beda. Meskipun sudah diorganisir didalam suatu wadah organisasi, belum tentu kegiatan searah dengan yang lain. Oleh karena itu perlulah diadakan pengarahan agar masing-masing bersedia menyumbangkan tenaganya semaksimal mungkin untuk mencapai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi untuk mencapai tujuan harus ada kegiatan, dalam mana kegiatan-kegiatan yang sama disatukan di dalam suatu wadah yang disebut fungsi. Tentu saja fungsi yang dilakukan banyak dan memiliki tujuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu fungsi-fungsi yang berebeda-beda ini perlu dikoordinasikan sekedemikian rupa, agar supaya tidak terdapat kontradiksi antara fungsi yang satu dengan yang lainnya untuk menuju kepada sasaran yang sama.
Sebuah rencana yang sudah ditetapkan sekarang dimaksudkan untuk dilaksanakan pada waktu-waktu mendatang. Karna waktu mendatang tidak tahu pastinya dan akan menimbulkan ketidak pastian sehingga berakibatnya penyimpangan, sehingga hasil kerja tidak sesuai dengan perencanaan. Untuk menjaganya agar tidak menyimpang jauh dari pelaksanaan, maka perlulah diadakan pengawasan/pengendalian.
• Jenjang Manejemen
Perusahaan besar biasanya memiliki setidaknya tiga jenjang manejemen. Ketiganya yaitu manejemen puncak atau manejemen eksekutif, manejemen madya atau manejemen administrasi, dan manejemen operasional atau manejemen operasional atau manejemen supervisor.
a) Manejemen puncak
Jenjang tertinggi dimana sering disebut maneger senior atau eksekutif kunci, biasanya mempunyai berbagai pengalaman yang banyak. Meliputi dewan direktur, direktur utama, atau CEO, dan pimpinan lain. Manejemen ini bertugas menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting tentang hal-hal seperti penggabungan (merger), produk baru, dan pengeluaran saham.
b) Manejemen Madya
Jenjang selanjutnya, yang mempunyai tanggung jawab dalam penyusunan rencana operasi yang melaksanakan rencana-rencana umum dari manejemen puncak. Biasanya meliputi manejer pabrik atau manejer divisi.
c) Manejemen Opersional
Jenjang manejemen terendah, yang tugasnya menyangkut pelaksansaan rencana yang telah dibuat. Bagiannya dinamakan supervisor garis pertama, karena mereka brtanggung jawab melakukan supervise kepada para karyawan yang mengerjakan kegiatan harian.
• Sekolah-Sekolah tentang Pemikiran Manejemen
a) Sekolah klasik
Sekolah klasik berawal dengan adanya formasi perusahaan-perusahaan besar. Banyak dari literatur klasik ditulis antara perang dunia I dengan perang dunia II. Teori klasik mendefinisikan manajemen menurut tugas yang dilakukan oleh para manajer. Sekolah klasik telah memberikan saran tentang fungsi-fungsi manajemen primer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.\
b) Sekolah perilaku
Sekolah perilaku yang juga disebut leadership, human relations, atau behavioral sciences school of management, telah menjadi popular dalam tahun 90an. Sekolah ini memusatkan perhatian pada aspek kemanusiaan dari manejemen dan menekan kebutuhan bagi para manager untuk memahami manusia. Para manager itu harus tau bagaimana memotivasi bawahan yang ia pimpin.
c) Sekolah Ilmu Manejemen
Tidak seperti sekolah klasik, yang mengidentifasikan tugas-tugas manejemen, sekolah ilmu manejemen ini melibatkan mametik dan statistik. Model-model matematis digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah operasional perencanaan dan pengendalian. Ilmu manejemen merupakan suatu pendekatan kuantitatif yang memberikan alat untuk menyelesaikan masalah-maslah bisnis.
d) Analisis sistem
Analisis sistem menawarkan suatu alat untuk melihat kegiatan intern dan ekstern perusahaan. Analisis sistem ini berkaitan dengan masalah-masalah yang melibatkan semua komponen secara bersamaan. Misalnya mengambil keputusan tentang harga yang memerlukan pertimbangan menyangkut pengaruh pada kesan produk, penjualan unit, jaringan distribusi, dan seterusnya.
e) Manejemen hasil
Menejemen hasil memusatkan pada hasil dari sebuah usaha, bukan perilaku pada karyawan. Hasil yang dibuat oleh manager atau karyawan merupakan hal penting, bukannya seberapa besar kesibukannya.
PERENCANAAN
Perencanaan merupakan awal berjalannya kegiatan atau fungsi-fungsi manejemen. Bentuk-bentuk perencanaan :
a) Tujuan
Tujuan merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu ditawarkan, dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b) Kebijakan
Kebijakan adalah suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan untuk mencapai tujuan.
c) Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dan rencana yang telah dibuat.
d) Prosedur
Prosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk eaktu mendatang.
e) Aturan
Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.
f) Program
Program merupakan campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberi tugas yang disertai dengan suatu anggaran (budget), semua ini akan menciptakan adanya tindakan.
PENGOOGANISASIAN
Pengorganisasian merupakan usaha untuk menyusun komponen-komponen poko sedemikian rupa, sehingga dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Fungsinya sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan dan fakto-faktor fisik agar semua pekerja yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan.
PENGARAHAN
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan.
Pengarahan dapat ditunjukan melalui : orientasi, perintah, delegasi wewenang. Dalam peritah ada tiga bentuk yaitu perintah umum atau khusus , perintah lisan atau tertulis, dan perintah formal atau non formal.
PENGKOORDINASIAN
Adanya berbagai pendapat yang berbeda diantara masing-masing individu dalam organisasi akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil. Pendapat-pendapat tersebut perlu diselaraskan dengan mengadakan koordinasi agar mendapatkan keputusan agar kegiatan berjalan dengan baik, dan hubungan tetap harmonis.
PENGAWASAN
Pengwasan merupakan kegiatan terakhir dari fungsi-fungsi manejemen. Dengan pengawasan dengan membandingkan segala suatu yang telah dijalankan dengan standart atau rencananya, serta melakukan perbaikan-perbaikan bilamana terjadi penyimpangan. Jadi, dengan pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
Langkah-langkah pengawasan :
• Meciptakan standart, standart merupakan criteria untuk mengukur hasil pekerjaan yang sudah dilakukan.
• Membandingkan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sampai beberapa jauh adanya penyimpanan yang telah terjadi.
• Melakukan tindakan koreksi, sebagai hasil akhir harus ada pengoreksikan, sehingga dapat menjadi pelajaran untuk memperbaiki atau menambah kualitas hasil.
LINGKUNGAN DAN PERUSAHAAN MK PENGANTAR BISNIS
Bab 2
LINGKUNGAN DAN PERUSAHAAN
PENGARUH LINGKUNGAN DAN PERUSAHAAN
Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan memiliki tanggung jawab atas kehidupan dan kesejahteraan manusia. Masyarakat banyak menuntut perusahaan-perusahaan untuk menjalankan tanggung jawabnya lebih besar dari sebelumnya. Tapi bukan hal mudah, sebuah perusahaan mengemban tanggung jawab yang besar hanya dengan prinsip “ semau gue”. Istilah tanggung jawab ini menunjukkan pertimbangan manajemen tentang pengaruh sosial dan juga berpengaruh pada ekonomi atas keputusannya.
• Pengertian Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi dan kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencangkup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk aspek-aspek ekonomi, politik, sosial, etika hokum, dan ekologi/fisik dan sebagainya.
Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan sangat berpengaruh pada cara kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut. Oleh karena perusahaan harus memiliki hubungan baik terhadap kelompok atau pihak-pihak yang berkepentingan.
Kesan negatif terhadap perusahaan
Banyak masalah ditimbulkan oleh perusahaan yang diberitakan pers, antara lain menyangkut penyelewengan pajak, penyelundupan barang, penyogokan kepada pejabat pemerintah, periklanan yang menipu, pembayaran-pembayaran yang tidak legal, dan lain-lain. Pelakunya telah mendapatkan hukuman, tapi masih banyak pelaku yang tidak jera.
Kesan negatif yang ditimbulkan oleh perusahaan tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, sosial, maupun politik, tetapi juga pada lingkungan fisik. Misalnya kebocoran gas, limbah kimia, sampai polusi udara.
Usaha-usaha untuk mengatasi kesan negatif
Untuk memperbaiki kesan negatif dimasyarakat, maka perusahaan perlu melakukan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat yang efektif. Serta saran dan keluhan dari masyarakat seharusnya lebih diperhatikan. Juga mewujudkan komunikasi dua arah yang serasi antara perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat.
LINGKUNGAN FISIK, ENERGI DAN KONSERVASI
Dari masalah-masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik. Kota-kota besar di Indonesia telah merasakan dampaknya seperti polusi di udara maupun air. Pembuangan limbah yang sembarangan membuat pencemaran air yang tidak baik.
• Ekologi
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun.
Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk, perkembangan teknologi yang pesat, serta meningkatnya kemakmuran ekonomi adalah faktor utama menurunnya kualitas lingkungan. Setiap orang setuju bahwa seharusnya kita menjaga kondisi lingkungan yang baik secara ekologis. Tapi pencapaian tujuan ini memerlukan adanya usaha timbal balik yang mungkin tidak selalu kita inginkan.
• Macam-macam polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam dimana kita hidup dan bekerja. Air dan udara yang bersih, kini menjadi kotor dan tercemar.
Pencemaran Udara
Polusi udara ini menimbulkan banyak penyakit, seperti penyakit gangguan pernafasan. Rata-rata orang menghirup udara sebanyak 35 pon perhari. Jumlah yang lebih banyak dibandingkan konsumsi makanan dan minuman secara normal. Sebagian besar polusi udara diakibatkan oleh asap kendaraan, yang sekarang kendaraan di Indonesia cukup banyak.
Pencemaran Air
Pencemaran air dapat terjadi di lingkungan industri, permukiman, dan lingkungan pertanian. Penggunaan pupuk yang mengandung nitrat cukup banyak, menyebabkan kerusakan pada permukaan maupun bawah tanah. Jarak antara sumber air dengan tangki peresapan (pembuangan kotoran) saling berdekatan hingga bakteri-bakteri dalam tangki peresapan dapat merembes masuk kesumber air. Air tersebut tidak baik untuk kesehatan.
Pencemaran Sampah Awet
Dalam dunia ini ada tiga tempat pembuangan sampah yaitu bumi, air, dan angkasa. Manajemen yang baik menyangkut pembuangan sampah ketiga tempat tersebut sangat berpengaruh pada kesehatan lingkungan masyarakat. Sampah awetnya antara lain, keleng bekas, botol, karet dan plastik. Semuanya itu sulit teruraui, ditanampun tidak lekas larut dibawah tanah. Namun masih ada pihak yang membantu menyeselasaikan masalah ini, salah satunya gelandangan pencari botol, kaleng bekas, dan lainnya yang kemudian diserahkan kepada perusahaan yang dapat mendaur ulang nya. Pekerja pemulung tersebut adalah langkah awal dari pengelolahan kembali sampah awet. Kegiatan ini sangat baik, karena akan menambah lapangan kerja, memberikan sumber bahan baku pelengkap bagi produksi, dan membantu penanganan masalah sampah.
• Energi dan Konservasi
Di Indonesia sumber energi minyak bumi sudah lama digunakan si samping batu bara dan air. Kemudian muncul penggunaan gas alam yang juga dihasilkan di dalam negeri; dan akhir-akhir ini sudah mulai dikembangkan penggunaan sumber energy matahari serta kemungkinan penggunaan tenaga nuklir.
Dari sumber energi tersebut kiranya energy matahri dapat memberikan prospek penggunaan yang baik di masa depan mengingat bahaya yang hamper tidak ada, biayanya murah dan bebas polusi. Sebagian besar penggunaan energy di dunia saat ini masih bergantung pada minyak dan gas.
LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPAJAKAN
• Alasan-alasan Meningkatnya Pengeluaran Pemerintah
Pemerintah membiaya pengeluaranya dari hasil pengumutan pajak. Alasan-alasan bagi pemerintah untuk menaikan pajak adalah untuk membiayai pengeluaran yang semakin meningkat. Meningkatnya pengeluaran pemerintah ini merupakan suatu tendensi yang mungkin menyebabkan naiknya laju pertumbuhan urbanisasi. Pertambahan penduduk dan permintaan masyarakat, serta pengeluaran biaya untuk pertahanan Negara.
Untuk meningkatnya fasilitas pelayanan kepada masyarakat, pemarintah telah membangun taman-taman bagi keperluan rekreasi, perpustakaan, museum dan pusat-pusat rekreasi serta kebudayaan yang lain. Kemajuan di bidang teknologi juga memberikan akibat kepada penduduk. Mobil berkecepatan tinggi seperti colt misalnya, memerlukan pengaturan sendiri agar tidak menimbulkan hal-hal yang kurang baik pada masyarakat. Beberapa contoh kegiatan yang ditunjukan untuk membantu penduduk antara lain : asuransi kesehatan, pembangunan rumah murah yang sehat, pengawasan polusi, serta bantuan kepada pengusaha kecil.
• Penerimaan dan Pengeluaran pemerintah
Apabila pengeluaran Pemerintah lebih besar dari penghasilannya, maka menghasilkan defisit. Untuk menutup defisit ini maka melakukan pemijaman-peminjaman kepada bank-bank. Ini lah yang disebut utang Negara.
Tidak semua pajak yang dipungut oleh Pemerintah ditunjukkan untuk meningkatkan penghasilan, terutama pajak-pajak yang dikenakan pada btempat-tempat perjudian, dan pajak impor untuk melindungi kegiatan usaha dalam negeri terhadap persaingan harga.
LINGKUNGAN HUKUM
Kebiasaan-kebiasaan, tradisi, peraturan-peraturan, kontitusi dan keputusan-keputusan suatu lembaga merupakan sumber dari sistem hukum yang berlaku. Kegiatan perusahaan berada di dalam suatu kerangka hukum, sehingga faktor umum ini mempengaruhi keputusan-keputusan serta transaksi-transaksi dalam perusahaan.
Hukum yang ada di Indonesia dapat dikelompokkan kedalam :
• Hukun public
Hukum public ini mengatur masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dan keamanan umum. Meliputi : seseorang, sekelompok orang, masyarakat dan Negara. Aturan-aturan hokum yang dapat dimasukkan sebagai hukum public ini antara lain ; hukum tatanegara, hukum tatausaha, dan hukum pidana.
• Hukum privat
Hukum privat merupakan hukum yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok-kelompok masyarakat. Termasukkedalam hukum privat adalah hukum perdata dan hukum dagang.
Kedua hukum tersebut tercangkup dalam suatu kerangka dasar tata hukum Indonesia, yaitu Undang-Undang Dasar.
LINGKUNGAN PEMERINTAH
Hubungan antara perusahaan dan pemerintah telah berkembang dari usaha-usaha untuk menggali dan menggunakan sumber-sumber ekonomi, yang ditujukan untuk menciptakan kondisi perekonomian yang sehat. Pemerintah telah banyak membantu kegiatan usaha dalam berbagai bentuk, antara lain perlindungan terhadap kekayaan dan hak paten, serta pengadaan kontrak-kontrak. Disini terdapat suatu dorongan yang membantu secara langsung pada masing-masing sektor dalam perekonomian. Bantuan tersebut akan meningkatkan kemakmuran.
• Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
Bantuan di bidang trasformasi
Tidak sedikit bantuan pemerintah di bidang transportasi. Hampir disetiap sektor pengangkutan, pemerintah banyak memegang peranan. Pada sektor perkereta apian, misalnya; sepenuhnya dikuasai pemerintah yang diatur oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Sektoryang lain seperti angkutan udara, laut, dan darat tidak lepas dari perhatian pemerintah. Usaha-usaha pemerintah melalui perusahaan-perusahaannya seperti Garuda Indonesia Airways (GIA) di sektor angkutan udara, PELNI disektor angkutan laut dan DAMRI disektor angkutan darat yang mendorong usaha baru yang dilakukan oleh swasta; bahkan dapat menimbulkan daya saing yang lebih besar untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bantuan pada perusahaan-perusahaan kecil
Bantuan kepada perusahaan-perusahaan kecil dapat digolongkan kedalam tiga golongkan, yaitu:
1. Bantuan financial
2. Bantuan pemberian kontrak
3. Bantuan teknik dan manejemen
Bantuan financial telah banyak diberikan kepada para pengusaha kecil, lebih dikenal dengan sebutan pengusaha golongan rendah. Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk kredit dengan tingkat bunga yang sangat rendah.
Bantuan pemberian kontrak, baik berupa jasa maupun pembelian hasil produksi, secara langsung dapat mendorong kegiatan pemasarannya.
Sedangkan bantuan teknik dan manejemen umumnya diberikan kepada koperasi-koperasi dengan tujuan untuk menggiatkan usaha-usaha para anggota koperasi secara bersama-sama dan mereka.
Bantuan di bidang Komunikasi
Bidang komunikasi yang meliputi kegiatan-kegiatan siaran radio, televise, telephone, dan sebagainya hampir seluruhnya dikuasai dan diatur oleh pemerintah. Bidang komunikasi ini juga didukung dengan usaha pengembangan ruang angkasa seperti penggunaan satelit. Usaha-usaha semacam ini sangat mendorong majunya usaha di bidang komunikasi.
LINGKUNGAN DAN PERUSAHAAN
PENGARUH LINGKUNGAN DAN PERUSAHAAN
Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan memiliki tanggung jawab atas kehidupan dan kesejahteraan manusia. Masyarakat banyak menuntut perusahaan-perusahaan untuk menjalankan tanggung jawabnya lebih besar dari sebelumnya. Tapi bukan hal mudah, sebuah perusahaan mengemban tanggung jawab yang besar hanya dengan prinsip “ semau gue”. Istilah tanggung jawab ini menunjukkan pertimbangan manajemen tentang pengaruh sosial dan juga berpengaruh pada ekonomi atas keputusannya.
• Pengertian Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi dan kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencangkup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk aspek-aspek ekonomi, politik, sosial, etika hokum, dan ekologi/fisik dan sebagainya.
Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan sangat berpengaruh pada cara kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut. Oleh karena perusahaan harus memiliki hubungan baik terhadap kelompok atau pihak-pihak yang berkepentingan.
Kesan negatif terhadap perusahaan
Banyak masalah ditimbulkan oleh perusahaan yang diberitakan pers, antara lain menyangkut penyelewengan pajak, penyelundupan barang, penyogokan kepada pejabat pemerintah, periklanan yang menipu, pembayaran-pembayaran yang tidak legal, dan lain-lain. Pelakunya telah mendapatkan hukuman, tapi masih banyak pelaku yang tidak jera.
Kesan negatif yang ditimbulkan oleh perusahaan tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, sosial, maupun politik, tetapi juga pada lingkungan fisik. Misalnya kebocoran gas, limbah kimia, sampai polusi udara.
Usaha-usaha untuk mengatasi kesan negatif
Untuk memperbaiki kesan negatif dimasyarakat, maka perusahaan perlu melakukan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat yang efektif. Serta saran dan keluhan dari masyarakat seharusnya lebih diperhatikan. Juga mewujudkan komunikasi dua arah yang serasi antara perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat.
LINGKUNGAN FISIK, ENERGI DAN KONSERVASI
Dari masalah-masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik. Kota-kota besar di Indonesia telah merasakan dampaknya seperti polusi di udara maupun air. Pembuangan limbah yang sembarangan membuat pencemaran air yang tidak baik.
• Ekologi
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun.
Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk, perkembangan teknologi yang pesat, serta meningkatnya kemakmuran ekonomi adalah faktor utama menurunnya kualitas lingkungan. Setiap orang setuju bahwa seharusnya kita menjaga kondisi lingkungan yang baik secara ekologis. Tapi pencapaian tujuan ini memerlukan adanya usaha timbal balik yang mungkin tidak selalu kita inginkan.
• Macam-macam polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam dimana kita hidup dan bekerja. Air dan udara yang bersih, kini menjadi kotor dan tercemar.
Pencemaran Udara
Polusi udara ini menimbulkan banyak penyakit, seperti penyakit gangguan pernafasan. Rata-rata orang menghirup udara sebanyak 35 pon perhari. Jumlah yang lebih banyak dibandingkan konsumsi makanan dan minuman secara normal. Sebagian besar polusi udara diakibatkan oleh asap kendaraan, yang sekarang kendaraan di Indonesia cukup banyak.
Pencemaran Air
Pencemaran air dapat terjadi di lingkungan industri, permukiman, dan lingkungan pertanian. Penggunaan pupuk yang mengandung nitrat cukup banyak, menyebabkan kerusakan pada permukaan maupun bawah tanah. Jarak antara sumber air dengan tangki peresapan (pembuangan kotoran) saling berdekatan hingga bakteri-bakteri dalam tangki peresapan dapat merembes masuk kesumber air. Air tersebut tidak baik untuk kesehatan.
Pencemaran Sampah Awet
Dalam dunia ini ada tiga tempat pembuangan sampah yaitu bumi, air, dan angkasa. Manajemen yang baik menyangkut pembuangan sampah ketiga tempat tersebut sangat berpengaruh pada kesehatan lingkungan masyarakat. Sampah awetnya antara lain, keleng bekas, botol, karet dan plastik. Semuanya itu sulit teruraui, ditanampun tidak lekas larut dibawah tanah. Namun masih ada pihak yang membantu menyeselasaikan masalah ini, salah satunya gelandangan pencari botol, kaleng bekas, dan lainnya yang kemudian diserahkan kepada perusahaan yang dapat mendaur ulang nya. Pekerja pemulung tersebut adalah langkah awal dari pengelolahan kembali sampah awet. Kegiatan ini sangat baik, karena akan menambah lapangan kerja, memberikan sumber bahan baku pelengkap bagi produksi, dan membantu penanganan masalah sampah.
• Energi dan Konservasi
Di Indonesia sumber energi minyak bumi sudah lama digunakan si samping batu bara dan air. Kemudian muncul penggunaan gas alam yang juga dihasilkan di dalam negeri; dan akhir-akhir ini sudah mulai dikembangkan penggunaan sumber energy matahari serta kemungkinan penggunaan tenaga nuklir.
Dari sumber energi tersebut kiranya energy matahri dapat memberikan prospek penggunaan yang baik di masa depan mengingat bahaya yang hamper tidak ada, biayanya murah dan bebas polusi. Sebagian besar penggunaan energy di dunia saat ini masih bergantung pada minyak dan gas.
LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPAJAKAN
• Alasan-alasan Meningkatnya Pengeluaran Pemerintah
Pemerintah membiaya pengeluaranya dari hasil pengumutan pajak. Alasan-alasan bagi pemerintah untuk menaikan pajak adalah untuk membiayai pengeluaran yang semakin meningkat. Meningkatnya pengeluaran pemerintah ini merupakan suatu tendensi yang mungkin menyebabkan naiknya laju pertumbuhan urbanisasi. Pertambahan penduduk dan permintaan masyarakat, serta pengeluaran biaya untuk pertahanan Negara.
Untuk meningkatnya fasilitas pelayanan kepada masyarakat, pemarintah telah membangun taman-taman bagi keperluan rekreasi, perpustakaan, museum dan pusat-pusat rekreasi serta kebudayaan yang lain. Kemajuan di bidang teknologi juga memberikan akibat kepada penduduk. Mobil berkecepatan tinggi seperti colt misalnya, memerlukan pengaturan sendiri agar tidak menimbulkan hal-hal yang kurang baik pada masyarakat. Beberapa contoh kegiatan yang ditunjukan untuk membantu penduduk antara lain : asuransi kesehatan, pembangunan rumah murah yang sehat, pengawasan polusi, serta bantuan kepada pengusaha kecil.
• Penerimaan dan Pengeluaran pemerintah
Apabila pengeluaran Pemerintah lebih besar dari penghasilannya, maka menghasilkan defisit. Untuk menutup defisit ini maka melakukan pemijaman-peminjaman kepada bank-bank. Ini lah yang disebut utang Negara.
Tidak semua pajak yang dipungut oleh Pemerintah ditunjukkan untuk meningkatkan penghasilan, terutama pajak-pajak yang dikenakan pada btempat-tempat perjudian, dan pajak impor untuk melindungi kegiatan usaha dalam negeri terhadap persaingan harga.
LINGKUNGAN HUKUM
Kebiasaan-kebiasaan, tradisi, peraturan-peraturan, kontitusi dan keputusan-keputusan suatu lembaga merupakan sumber dari sistem hukum yang berlaku. Kegiatan perusahaan berada di dalam suatu kerangka hukum, sehingga faktor umum ini mempengaruhi keputusan-keputusan serta transaksi-transaksi dalam perusahaan.
Hukum yang ada di Indonesia dapat dikelompokkan kedalam :
• Hukun public
Hukum public ini mengatur masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dan keamanan umum. Meliputi : seseorang, sekelompok orang, masyarakat dan Negara. Aturan-aturan hokum yang dapat dimasukkan sebagai hukum public ini antara lain ; hukum tatanegara, hukum tatausaha, dan hukum pidana.
• Hukum privat
Hukum privat merupakan hukum yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok-kelompok masyarakat. Termasukkedalam hukum privat adalah hukum perdata dan hukum dagang.
Kedua hukum tersebut tercangkup dalam suatu kerangka dasar tata hukum Indonesia, yaitu Undang-Undang Dasar.
LINGKUNGAN PEMERINTAH
Hubungan antara perusahaan dan pemerintah telah berkembang dari usaha-usaha untuk menggali dan menggunakan sumber-sumber ekonomi, yang ditujukan untuk menciptakan kondisi perekonomian yang sehat. Pemerintah telah banyak membantu kegiatan usaha dalam berbagai bentuk, antara lain perlindungan terhadap kekayaan dan hak paten, serta pengadaan kontrak-kontrak. Disini terdapat suatu dorongan yang membantu secara langsung pada masing-masing sektor dalam perekonomian. Bantuan tersebut akan meningkatkan kemakmuran.
• Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
Bantuan di bidang trasformasi
Tidak sedikit bantuan pemerintah di bidang transportasi. Hampir disetiap sektor pengangkutan, pemerintah banyak memegang peranan. Pada sektor perkereta apian, misalnya; sepenuhnya dikuasai pemerintah yang diatur oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Sektoryang lain seperti angkutan udara, laut, dan darat tidak lepas dari perhatian pemerintah. Usaha-usaha pemerintah melalui perusahaan-perusahaannya seperti Garuda Indonesia Airways (GIA) di sektor angkutan udara, PELNI disektor angkutan laut dan DAMRI disektor angkutan darat yang mendorong usaha baru yang dilakukan oleh swasta; bahkan dapat menimbulkan daya saing yang lebih besar untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bantuan pada perusahaan-perusahaan kecil
Bantuan kepada perusahaan-perusahaan kecil dapat digolongkan kedalam tiga golongkan, yaitu:
1. Bantuan financial
2. Bantuan pemberian kontrak
3. Bantuan teknik dan manejemen
Bantuan financial telah banyak diberikan kepada para pengusaha kecil, lebih dikenal dengan sebutan pengusaha golongan rendah. Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk kredit dengan tingkat bunga yang sangat rendah.
Bantuan pemberian kontrak, baik berupa jasa maupun pembelian hasil produksi, secara langsung dapat mendorong kegiatan pemasarannya.
Sedangkan bantuan teknik dan manejemen umumnya diberikan kepada koperasi-koperasi dengan tujuan untuk menggiatkan usaha-usaha para anggota koperasi secara bersama-sama dan mereka.
Bantuan di bidang Komunikasi
Bidang komunikasi yang meliputi kegiatan-kegiatan siaran radio, televise, telephone, dan sebagainya hampir seluruhnya dikuasai dan diatur oleh pemerintah. Bidang komunikasi ini juga didukung dengan usaha pengembangan ruang angkasa seperti penggunaan satelit. Usaha-usaha semacam ini sangat mendorong majunya usaha di bidang komunikasi.
Senin, 27 September 2010
TUGAS RESUME PENGANTAR BISNIS BAB 1
LATAR BELAKANG INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
KEGIATAN PEREKONOMIAN
Kehidupan dalam suatu masyarakat yang primitif adalah latar belakang perkembangan ekonomi, yang memaksa diri untuk berada dalam sistem ekonomi demi kepentingan, kelangsungan, serta kemakmuran hidup yang meliputi kebutuhan akan makanan, pakaian, dan perumahan. Dalam masa ini, kehidupan rumah tangga masih tertutup, atau dapat dikatakan hanya mementingkan kebutuhan pribadi. Semakin besar kebutuhan, tetapi setiap rumah tangga tidak dapat memenuhinya, maka terjalinlah hubungan antara rumah tangga untuk saling melengkapi kebutuhan. Cara yang mereka lakukan dengan sistem tukar barang atau Barter. Jasa atau barang yang mempunyai nilai sama dan kedua pihak yang melakukan pertukaran sama-sama mendapatkan keuntungan disebut Barter.
Bentuk pengkhususan dimana setiap rumah tangga atau keluarga membatasi produksi beberapa jenis barang yanmg hanya dibutuhkan, atau disebut dengan spesialisasi (penyebaran secara horizontal). Makin banyak kebutuhan, maka makin banyak juga produksi barangnya dan melebarlah spesialisasinya. Contohnya : a. sebuah rumah tangga membutuhkan beras, maka adanya usaha pertanian. b. jika membutuhkan pakaian, maka dibuatlah usaha perkebunan (kapas) untuk dijadikan kain. c. kebutuhan akan kendaraan dipenuhi oleh usaha pertambangan (besi). Usaha pertanian, usaha perkebunan, dan usaha pertambangan adalah penyebaran secara horizontal. Semakin banyak kebutuhan semakin melebarlah spesialisasi tersebut.
Semakin majunya suatu masyarakat membawa akibat yang lebih kompleks dalam perekonomian. Pertukaran barang tidak dilakukan secara barter, tetapi sudah menggunakan alat pertukaran berupa uang. Dengan uang orang bisa memperoleh semua kebutuhannya.
Selain spesialisasi, ada pula pengkhususan dimana setiap produk sebalum siap untuk dikonsumsikan dimana ada tingkatan pekerjaan atau proses menuju kesiapan inilah disbut diferensiasi (penyebaran secara vetikal). Contohnya : usaha pertanian (padi), disalurkan kepada usaha penggilingan beras, lalu kepedagang beras, yang akhirnya diserahkan kepada konsumen. Tahapan-tahapan itu lah yang disebut penyebaran secara vertikal.
gambar 1.a Proses penyebaran secara vertical (diferensiasi) dan horizontal (spesialisasi) yang sedarhana.
Usaha pertanian dan usaha perkebunan disebut Spesialisasi.
Sedangkan proses dari pembuatan beras dan kain hingga ke tangan konsumen disebut Diferensiasi.
Sebenarnya, meskipun terlihat begitu sedarhana, namun satu sama lain akan saling berkaitan.
Selain penyebaran (disperse) ada pula penyatuan (konsentrasi) dimana keseluruhan masing-masing kegiatan merupakan satu kesatuan. Apabila kesatuan itu secara horizontal, disebut paralelisasi. Sebuah perusahaan akan membuat beberapa jenis barang, seperti pasta gigi, makanan, sabun mandi, dll dapat dikelolah hanya dari satu perusahaan. Jika penyatuan beberapa perusahaan atau yang awalnya hanya berdiri sendiri, sekarang bergabung dalam satu perusaan besar tapi produknya sama, disebut penyatuan secara vertikal atau integrasi.
Pada masyarakat yang maju, barang atau jasa sudah mudah untuk didapat, baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan industri. Peran perusahaan sangat penting dalam menghasilkan barang atau jasa. Meskipun ada juga barang yang bebas (free goods), yang dapat diperoleh dengan bebas tanpa memerlukan suatu usaha, seperti sinar matahari untuk penerangan, air hujan, dll.
Barang bebas ini hanya sebagian kecil dari jumlah dan macam barang yang dibutuhkan. Sedangkan sebagian besarnya dapat dipenuhi oleh orang-orang seperti pengrajin, karyawan pabrik, petani, dan sebagainya. Barang-barang yang diperoleh melalui proses ekonomi dikelompokan dalam dua golongan, yaitu barang konsumsi (consumer goods) dan barang industry (industrial goods).
Barang konsumsi adalah barang yang langsung memberikan kepuasan kepada konsumen. Sedangkan barang industry adalah barang yang berupa peralatan dan barang lain yang mendukung produksi barang konsumen. Ada pula pembagian golongan berdasarkan pemakaiannya, yaitu barang yang tahan lama dan barang yang tidak tahan lama. Barang yang tahan lama (durable goods) adalah barang yang dapat bertahan lama sesuai kebutuhan atau minimal dapat dipakai berkali-kali, contohnya : keharusan berupa ruamah, dan keharusan sesuai kebutuhan berupa kendaraan. Barang yang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang yang hanya dapat dipake sekali minimal dapat digunakan hanya saat butuh dan biasa dalam bentuk makanan, atau keharusan yang sesuai kebutuhan seperti rokok.
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian tiap Negara berbeda-beda. Tidak selalu setiap Negara mutlak melaksanakan satu sistem perekonomian, tapi bisa menggunakan lebih, atau secara campuran. Ada empat sistem perekonomian di dunia, yaitu kapatalisme, sosialisme, fasisme, dan komunisme.
a) Kapatalisme
Kapatalisme merupakan falsafah ekonomi dan bukan suatu bentuk pemerintahan. Dalam sistem ini seoran bebas memiliki kekayaan, memiliki perusahaan, bersaing bebas di pasar, dan bebas memilih dan membuat barang atau jasa yang diinginkan.
Dalam sistem ini, dikenal dengan sbuah tangan yang tidak lentara dalam persaingan, Adam Smith. Yang artinya, siapa saya yang kurang cekatan dalam usahanya, maka akan tersingkir dari persaingan.
b) Sosialisme
Sosialisme dapt dikatakan sebuah sitem perekonomian juga dapat dibilang suatu bentuk pemerintahan. dalam sistem ini, pemerintah berhak ikut campur dalam suatu perusahaan atau ambil bagiandalam perusahaan bahkan dapat berperan sebagai pemilik, tapi seseorang yang mempunyai perusahaan tetap bebas menetukan tempat serta barang atau jasa apa yang di buat.
c) Fasisme
Fasisme juga merupakan sistem pemerintahan. pemerintah memiliki semua industry yang ada di Negara, tapi pengusaha boleh menentukan tempat yang dipilih.
d) Komunisme
Komunisme adalah sistem pemerintahan juga bentuk pemerintahan. dalam sistem ini, segalanya diatur oleh pemerintah. Mulai dari tempat bekerja, hingga sedikit keuntungn pribadinya, dan setiap orang yang bekerja untuk kepentingan masyarakat keseluruhan. Pemerintah juga menetukan barang atau jasa apa yang harus dibuat, berapa banyaknya, siapa yang bekerja, hasilnya untuk siapa, dan menggunakan alat apa saja. Jadi dalam aturan ini, pemerintah sangat-sangat ketat dalam pengawasan masyarakatnya.
SISTEM PEREKONOMIAN PANCASILA
Sampai saat ini pemerintah di Indonesia masi mempertimbangkan, apakah sistem perekonomian pancasila tepat dilaksnakan. Ada pendapat atau gambaran umum tentang karakteristik dari sistem perekonomian pancasila, yaitu sebagai berikut ;
1. Roda perekonomian digerakan dengan rangsangan ekonomi, social, dan moral.
2. Adanya keinginan yang kuat dari seluruh masyarakat untuk memperoleh kemerataan social (egalitarian) yang sesuai dengan azas-azas kemanusiaan.
3. Kebijakan ekonomi dipioritaskan untuk menciptaka perekonomian nasional yang tangguh. Ini berate setiap kebijakan ekonomi harus dilandasidengan jiwa nasinalisme.
4. Unit usaha berbentuk koperasi dipandang sebagai soko guru perekonomian dan merupakan bentuk paling kongkrit dari suatu usaha bersama.
5. Adanya keselarasan serta pertimbangan yang jelas dan tegas antara perncanaan di tingkat nasional dengan desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi. Ini ditunjukan untuk menjamin terciptanya keadilan ekonomi dan social pada masyararakat.
Karakteristik tersebut menunjukan bahwa sistem perekonomian pancasila merupakn sistem perekonomian yang berdasarkan pancasila. Dengan kata lain, ini menjadi sebuah pertimbangan dalm pelaksanaan kegiatan perekonomian di Indonesia.
PENGERTIAN INDUSTRI DAN BISNIS
Perusahaan dapat bertindak sebagai perantara antara konsumen dan produksi, meliputi sarana, organisasi, serta lembaga-lembaga yang secara langsung maupun tidak langsungberhubungan dengan produksi dan distribusi dari barang atau jasa yang akan memuaskan konsumen. Diartiakan secara luas dunia usaha terdiri dari temapt kerja –untuk menjalankan kegiatan yang produktif seperti pabrik, pertambangan, hotel, toko, dan sebagainya.
Istilah industri biasanya berkaitan dengan pabrik-pabrik, perusahaan yang mengelolah bahan mentah atau bahan awal menjadi bahan jadi menggunakan alat-alat seperti mesin-mesin dan lainnya serta dilaksanakan dengan karyawan dengan kecakapan tertentu yang akhirnya akan di distribusikan ke konsumen. Intinya sebuah industry adalah kumpulan perusahaan dengan tujuan sama yang berkaitan dengan teknologi, mekanisme, dan tenaga kerja.
Ada yang mengatakan bahwa industri adalah suatu konsep barat sebagai usaha untuk mengejar keuntungan, prestasi, dan pendapatan yang besar.
Kegiatan bisnis sangat membantu usaha-usaha pemenuhan keutuhan masyarakat oleh perusahaan, yang memiliki aspek kegiatan untuk menyalurkan barang-barang saluran produktif, dan membeli bahan mentah sampai menjualnya dalambentuk bahan jadi. Pada pokoknya kegiatan bisnis meliputi : perdagangan (melalui pedagang), pengangkutan (melalui alat-alat transport), penyimpanan (sampai barang terjual), pembelanjaan (melalui bank atau kreditur), dan pemberi informasi (dengan promosi).
Perusahaan adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan serta menkoordinir sumber ekonomi untuk dinikmati konsumen. Dan unsure yang paling pentingnya antara lain yaitu organisai, produksi, sumber ekonomi, kebutuhan, cara yang menguntungkan.
ORGANISASI
Organisasi memiliki sejumlah kekayan yang bersifat fisik atau yang abstrak dan sejumlah aspek-aspek social yang tidak dapat dilihat. Organisasi memiliki sifat yang dinamis, artinya, organisasi dapat mengikuti perkembangan, pada hakikatnya subuah bentuk yang dibuat manuasia dengan tuijuan yang telah diperhitungkan. Semata-mata menciptakan suasana baik di suatu perusahaan, berperan megelolah yang berasal dari sumber daya manusia.
PRODUKSI
Dalam organisasi memungkinkan melakukan suatu produksi, untuk menciptakan dan menaikan faedah. Dalam produksi langsung –menghasilkan atau mendapatkan secara langsung, meliputi produksi primer yang mendapatklan barangnya secara alami atau dari alam, seperti pertanian, perikanan, pertambangan. Selain itu ada produksi sekunder yang mana menggunakan bahan-bahan material dan mengelolah menjadi barang yang lain, seperti kapal, gedung, dan sebagainya.
Kegiatan yang membantu produksi langsung disebut produksi tersier. Yang meliputi perdagangan besar maupun kecil, dan kegiatan lain seperti distribusi, perbankan, asuransi, penelitian pasar, dan periklanan.
Produksi tidak langsung, produksi yang tidak langsung mengambil dari alam juga tidak menaikan nilai penggunaan, tetapi berupa jasa yang beguna bagi perusahaan. Kegiatan jasa-jasa seperti akuntan, ilmuwan, polisi merupakan contoh dari kegiatan produksi tidak langsung.
MENGGUNAKAN DAN MENGKOORDINIR SUMBER-SUMBER EKONOMI/ FAKTOR-FAKTOR PROODUKSI
Pada pokoknya sumber-sumber ekonomi juga faktor-faktor ekonomi yang digunakan dalam perusahaan dalam dikelompokan dalam ;
1. Manusia, bukan hanya berperan sebagai tenaga kerja, tapi juga konsumen.
2. Uang, unsur penting dalam pelaksanaan produksi karena suatu perusahaan membutuhkan modal.
3. Material, berupa sumber bahan produksi, dan tanah.
4. Metode, mencangkup ide-ide, inisiatif yang bersifat produktif, pengambilan keputusan, penanggungan resiko yang ada, dan sebagainya.
KEBUTUHAN
Suatu perusahaan tidak akan berjalan tanpa ada kebutuhan, perusahaan juga tidak akan memenuhi seluruh kebutuhan, melainkan hanya sebagian saja. Misalnya, perusahaan konveksi hanya memenuhi kebutuhan akan pakaian saja.
CARA YANG MENGUNTUNGKAN
Cara yang menguntungkan tiap perusahaan berbeda, dan perbedaannya ada pada bidang operasi, alat produksi, dan tujuan perusahaan. Keuntungan maksimalnya, jika sebuah badan usaha yang didirikan merupakan lembaga untuk mengadakan konsentrasi modal, maka pemilik perusahaan tersbut atau penanam modal menginginkan hasil pendapatan maksimal dari penanamannya. Denga laba yang besar membantu tervapainya tujuan lain yaitu kelangsunga hidup, pertumbuhan perusahaan, serta prestise.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN IKLIM BISNIS
INVESTASI
Investasi adalah penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan modal baru. Investasi menjadi alat yang mempunyai daya untuk perkembangan ekonomi. Sejumlah uang yang di investasikan digunakan untuk kentingan gedung, perelatan, dan persediaan. Uang yang dikeluarkan untuk investasi baru tersebut akan memberikan pengaruh pada perekonomian, apalagi pengaruh investasi dapat berlipat ganda, sangat menguntungkan.
TABUNGAN
Jumlah yang diputuskan oleh para pekerja untuk ditabungkan menunjukan kuat lemahnya penggandaan tersebut. Semakinbanyak menabung, semakin dikit pengeluaran, semakin lemah multiplier (penggandaan). Tapi dengan menabung artinya berinvestasi untuk masa depan.
PEMERINTAH
Pemerintah dapat berperan sebagai pengelolah sistem bisnis. Meminjamkan uang atau membelanjakan kebutuhan masyarakat.
Kebijakan pemerintah yaitu fiscal dan moneter. Fiscal digunakan untuk mempengaruhi permintaan dengan menaikan pajak maka akan mengurangi permintaan atau dengan meningkatkan pengeluaran pemerintah hingga meningkatkan permintaan.
Sedangkan moneter berkaitan dengan pengelolah supply uang untuk meningkatkan atau menurunkan permintaan.
PROBLEMA YANG BISNIS YANG DIHADAPI SAAT INI
INFLASI adalah suatu kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian. Inflasi merupakan proses pembatasan diri. Mengakibatkan konsumen, maupun perusahaan meminimalkan pengekluaran.
PRODUKTIVITAS adalah keluaran barang dan jasa per unit tenaga kerja. Untuk prodktivitas yang baik dibutuhkan bekal. Orang tidak hanya bekerja keras tapi juga peralatan juga metode yang baik.
PENGANGGURAN, pada umumnya pengangguran diakibatkan oleh kurangnya pendidikan, karena tanpa pendidikan, seseorang tidak mempunyai skill dalam bekerja. Sebain lagi akibat kuarangnya lapangan kerja, serta pemutusan hubungan kerja yang menjadiak seseorang pengangguran.
Nama : Tiara Muzanti
Npm : 26210889
KEGIATAN PEREKONOMIAN
Kehidupan dalam suatu masyarakat yang primitif adalah latar belakang perkembangan ekonomi, yang memaksa diri untuk berada dalam sistem ekonomi demi kepentingan, kelangsungan, serta kemakmuran hidup yang meliputi kebutuhan akan makanan, pakaian, dan perumahan. Dalam masa ini, kehidupan rumah tangga masih tertutup, atau dapat dikatakan hanya mementingkan kebutuhan pribadi. Semakin besar kebutuhan, tetapi setiap rumah tangga tidak dapat memenuhinya, maka terjalinlah hubungan antara rumah tangga untuk saling melengkapi kebutuhan. Cara yang mereka lakukan dengan sistem tukar barang atau Barter. Jasa atau barang yang mempunyai nilai sama dan kedua pihak yang melakukan pertukaran sama-sama mendapatkan keuntungan disebut Barter.
Bentuk pengkhususan dimana setiap rumah tangga atau keluarga membatasi produksi beberapa jenis barang yanmg hanya dibutuhkan, atau disebut dengan spesialisasi (penyebaran secara horizontal). Makin banyak kebutuhan, maka makin banyak juga produksi barangnya dan melebarlah spesialisasinya. Contohnya : a. sebuah rumah tangga membutuhkan beras, maka adanya usaha pertanian. b. jika membutuhkan pakaian, maka dibuatlah usaha perkebunan (kapas) untuk dijadikan kain. c. kebutuhan akan kendaraan dipenuhi oleh usaha pertambangan (besi). Usaha pertanian, usaha perkebunan, dan usaha pertambangan adalah penyebaran secara horizontal. Semakin banyak kebutuhan semakin melebarlah spesialisasi tersebut.
Semakin majunya suatu masyarakat membawa akibat yang lebih kompleks dalam perekonomian. Pertukaran barang tidak dilakukan secara barter, tetapi sudah menggunakan alat pertukaran berupa uang. Dengan uang orang bisa memperoleh semua kebutuhannya.
Selain spesialisasi, ada pula pengkhususan dimana setiap produk sebalum siap untuk dikonsumsikan dimana ada tingkatan pekerjaan atau proses menuju kesiapan inilah disbut diferensiasi (penyebaran secara vetikal). Contohnya : usaha pertanian (padi), disalurkan kepada usaha penggilingan beras, lalu kepedagang beras, yang akhirnya diserahkan kepada konsumen. Tahapan-tahapan itu lah yang disebut penyebaran secara vertikal.
gambar 1.a Proses penyebaran secara vertical (diferensiasi) dan horizontal (spesialisasi) yang sedarhana.
Usaha pertanian dan usaha perkebunan disebut Spesialisasi.
Sedangkan proses dari pembuatan beras dan kain hingga ke tangan konsumen disebut Diferensiasi.
Sebenarnya, meskipun terlihat begitu sedarhana, namun satu sama lain akan saling berkaitan.
Selain penyebaran (disperse) ada pula penyatuan (konsentrasi) dimana keseluruhan masing-masing kegiatan merupakan satu kesatuan. Apabila kesatuan itu secara horizontal, disebut paralelisasi. Sebuah perusahaan akan membuat beberapa jenis barang, seperti pasta gigi, makanan, sabun mandi, dll dapat dikelolah hanya dari satu perusahaan. Jika penyatuan beberapa perusahaan atau yang awalnya hanya berdiri sendiri, sekarang bergabung dalam satu perusaan besar tapi produknya sama, disebut penyatuan secara vertikal atau integrasi.
Pada masyarakat yang maju, barang atau jasa sudah mudah untuk didapat, baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan industri. Peran perusahaan sangat penting dalam menghasilkan barang atau jasa. Meskipun ada juga barang yang bebas (free goods), yang dapat diperoleh dengan bebas tanpa memerlukan suatu usaha, seperti sinar matahari untuk penerangan, air hujan, dll.
Barang bebas ini hanya sebagian kecil dari jumlah dan macam barang yang dibutuhkan. Sedangkan sebagian besarnya dapat dipenuhi oleh orang-orang seperti pengrajin, karyawan pabrik, petani, dan sebagainya. Barang-barang yang diperoleh melalui proses ekonomi dikelompokan dalam dua golongan, yaitu barang konsumsi (consumer goods) dan barang industry (industrial goods).
Barang konsumsi adalah barang yang langsung memberikan kepuasan kepada konsumen. Sedangkan barang industry adalah barang yang berupa peralatan dan barang lain yang mendukung produksi barang konsumen. Ada pula pembagian golongan berdasarkan pemakaiannya, yaitu barang yang tahan lama dan barang yang tidak tahan lama. Barang yang tahan lama (durable goods) adalah barang yang dapat bertahan lama sesuai kebutuhan atau minimal dapat dipakai berkali-kali, contohnya : keharusan berupa ruamah, dan keharusan sesuai kebutuhan berupa kendaraan. Barang yang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah barang yang hanya dapat dipake sekali minimal dapat digunakan hanya saat butuh dan biasa dalam bentuk makanan, atau keharusan yang sesuai kebutuhan seperti rokok.
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian tiap Negara berbeda-beda. Tidak selalu setiap Negara mutlak melaksanakan satu sistem perekonomian, tapi bisa menggunakan lebih, atau secara campuran. Ada empat sistem perekonomian di dunia, yaitu kapatalisme, sosialisme, fasisme, dan komunisme.
a) Kapatalisme
Kapatalisme merupakan falsafah ekonomi dan bukan suatu bentuk pemerintahan. Dalam sistem ini seoran bebas memiliki kekayaan, memiliki perusahaan, bersaing bebas di pasar, dan bebas memilih dan membuat barang atau jasa yang diinginkan.
Dalam sistem ini, dikenal dengan sbuah tangan yang tidak lentara dalam persaingan, Adam Smith. Yang artinya, siapa saya yang kurang cekatan dalam usahanya, maka akan tersingkir dari persaingan.
b) Sosialisme
Sosialisme dapt dikatakan sebuah sitem perekonomian juga dapat dibilang suatu bentuk pemerintahan. dalam sistem ini, pemerintah berhak ikut campur dalam suatu perusahaan atau ambil bagiandalam perusahaan bahkan dapat berperan sebagai pemilik, tapi seseorang yang mempunyai perusahaan tetap bebas menetukan tempat serta barang atau jasa apa yang di buat.
c) Fasisme
Fasisme juga merupakan sistem pemerintahan. pemerintah memiliki semua industry yang ada di Negara, tapi pengusaha boleh menentukan tempat yang dipilih.
d) Komunisme
Komunisme adalah sistem pemerintahan juga bentuk pemerintahan. dalam sistem ini, segalanya diatur oleh pemerintah. Mulai dari tempat bekerja, hingga sedikit keuntungn pribadinya, dan setiap orang yang bekerja untuk kepentingan masyarakat keseluruhan. Pemerintah juga menetukan barang atau jasa apa yang harus dibuat, berapa banyaknya, siapa yang bekerja, hasilnya untuk siapa, dan menggunakan alat apa saja. Jadi dalam aturan ini, pemerintah sangat-sangat ketat dalam pengawasan masyarakatnya.
SISTEM PEREKONOMIAN PANCASILA
Sampai saat ini pemerintah di Indonesia masi mempertimbangkan, apakah sistem perekonomian pancasila tepat dilaksnakan. Ada pendapat atau gambaran umum tentang karakteristik dari sistem perekonomian pancasila, yaitu sebagai berikut ;
1. Roda perekonomian digerakan dengan rangsangan ekonomi, social, dan moral.
2. Adanya keinginan yang kuat dari seluruh masyarakat untuk memperoleh kemerataan social (egalitarian) yang sesuai dengan azas-azas kemanusiaan.
3. Kebijakan ekonomi dipioritaskan untuk menciptaka perekonomian nasional yang tangguh. Ini berate setiap kebijakan ekonomi harus dilandasidengan jiwa nasinalisme.
4. Unit usaha berbentuk koperasi dipandang sebagai soko guru perekonomian dan merupakan bentuk paling kongkrit dari suatu usaha bersama.
5. Adanya keselarasan serta pertimbangan yang jelas dan tegas antara perncanaan di tingkat nasional dengan desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi. Ini ditunjukan untuk menjamin terciptanya keadilan ekonomi dan social pada masyararakat.
Karakteristik tersebut menunjukan bahwa sistem perekonomian pancasila merupakn sistem perekonomian yang berdasarkan pancasila. Dengan kata lain, ini menjadi sebuah pertimbangan dalm pelaksanaan kegiatan perekonomian di Indonesia.
PENGERTIAN INDUSTRI DAN BISNIS
Perusahaan dapat bertindak sebagai perantara antara konsumen dan produksi, meliputi sarana, organisasi, serta lembaga-lembaga yang secara langsung maupun tidak langsungberhubungan dengan produksi dan distribusi dari barang atau jasa yang akan memuaskan konsumen. Diartiakan secara luas dunia usaha terdiri dari temapt kerja –untuk menjalankan kegiatan yang produktif seperti pabrik, pertambangan, hotel, toko, dan sebagainya.
Istilah industri biasanya berkaitan dengan pabrik-pabrik, perusahaan yang mengelolah bahan mentah atau bahan awal menjadi bahan jadi menggunakan alat-alat seperti mesin-mesin dan lainnya serta dilaksanakan dengan karyawan dengan kecakapan tertentu yang akhirnya akan di distribusikan ke konsumen. Intinya sebuah industry adalah kumpulan perusahaan dengan tujuan sama yang berkaitan dengan teknologi, mekanisme, dan tenaga kerja.
Ada yang mengatakan bahwa industri adalah suatu konsep barat sebagai usaha untuk mengejar keuntungan, prestasi, dan pendapatan yang besar.
Kegiatan bisnis sangat membantu usaha-usaha pemenuhan keutuhan masyarakat oleh perusahaan, yang memiliki aspek kegiatan untuk menyalurkan barang-barang saluran produktif, dan membeli bahan mentah sampai menjualnya dalambentuk bahan jadi. Pada pokoknya kegiatan bisnis meliputi : perdagangan (melalui pedagang), pengangkutan (melalui alat-alat transport), penyimpanan (sampai barang terjual), pembelanjaan (melalui bank atau kreditur), dan pemberi informasi (dengan promosi).
Perusahaan adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan serta menkoordinir sumber ekonomi untuk dinikmati konsumen. Dan unsure yang paling pentingnya antara lain yaitu organisai, produksi, sumber ekonomi, kebutuhan, cara yang menguntungkan.
ORGANISASI
Organisasi memiliki sejumlah kekayan yang bersifat fisik atau yang abstrak dan sejumlah aspek-aspek social yang tidak dapat dilihat. Organisasi memiliki sifat yang dinamis, artinya, organisasi dapat mengikuti perkembangan, pada hakikatnya subuah bentuk yang dibuat manuasia dengan tuijuan yang telah diperhitungkan. Semata-mata menciptakan suasana baik di suatu perusahaan, berperan megelolah yang berasal dari sumber daya manusia.
PRODUKSI
Dalam organisasi memungkinkan melakukan suatu produksi, untuk menciptakan dan menaikan faedah. Dalam produksi langsung –menghasilkan atau mendapatkan secara langsung, meliputi produksi primer yang mendapatklan barangnya secara alami atau dari alam, seperti pertanian, perikanan, pertambangan. Selain itu ada produksi sekunder yang mana menggunakan bahan-bahan material dan mengelolah menjadi barang yang lain, seperti kapal, gedung, dan sebagainya.
Kegiatan yang membantu produksi langsung disebut produksi tersier. Yang meliputi perdagangan besar maupun kecil, dan kegiatan lain seperti distribusi, perbankan, asuransi, penelitian pasar, dan periklanan.
Produksi tidak langsung, produksi yang tidak langsung mengambil dari alam juga tidak menaikan nilai penggunaan, tetapi berupa jasa yang beguna bagi perusahaan. Kegiatan jasa-jasa seperti akuntan, ilmuwan, polisi merupakan contoh dari kegiatan produksi tidak langsung.
MENGGUNAKAN DAN MENGKOORDINIR SUMBER-SUMBER EKONOMI/ FAKTOR-FAKTOR PROODUKSI
Pada pokoknya sumber-sumber ekonomi juga faktor-faktor ekonomi yang digunakan dalam perusahaan dalam dikelompokan dalam ;
1. Manusia, bukan hanya berperan sebagai tenaga kerja, tapi juga konsumen.
2. Uang, unsur penting dalam pelaksanaan produksi karena suatu perusahaan membutuhkan modal.
3. Material, berupa sumber bahan produksi, dan tanah.
4. Metode, mencangkup ide-ide, inisiatif yang bersifat produktif, pengambilan keputusan, penanggungan resiko yang ada, dan sebagainya.
KEBUTUHAN
Suatu perusahaan tidak akan berjalan tanpa ada kebutuhan, perusahaan juga tidak akan memenuhi seluruh kebutuhan, melainkan hanya sebagian saja. Misalnya, perusahaan konveksi hanya memenuhi kebutuhan akan pakaian saja.
CARA YANG MENGUNTUNGKAN
Cara yang menguntungkan tiap perusahaan berbeda, dan perbedaannya ada pada bidang operasi, alat produksi, dan tujuan perusahaan. Keuntungan maksimalnya, jika sebuah badan usaha yang didirikan merupakan lembaga untuk mengadakan konsentrasi modal, maka pemilik perusahaan tersbut atau penanam modal menginginkan hasil pendapatan maksimal dari penanamannya. Denga laba yang besar membantu tervapainya tujuan lain yaitu kelangsunga hidup, pertumbuhan perusahaan, serta prestise.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN IKLIM BISNIS
INVESTASI
Investasi adalah penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan modal baru. Investasi menjadi alat yang mempunyai daya untuk perkembangan ekonomi. Sejumlah uang yang di investasikan digunakan untuk kentingan gedung, perelatan, dan persediaan. Uang yang dikeluarkan untuk investasi baru tersebut akan memberikan pengaruh pada perekonomian, apalagi pengaruh investasi dapat berlipat ganda, sangat menguntungkan.
TABUNGAN
Jumlah yang diputuskan oleh para pekerja untuk ditabungkan menunjukan kuat lemahnya penggandaan tersebut. Semakinbanyak menabung, semakin dikit pengeluaran, semakin lemah multiplier (penggandaan). Tapi dengan menabung artinya berinvestasi untuk masa depan.
PEMERINTAH
Pemerintah dapat berperan sebagai pengelolah sistem bisnis. Meminjamkan uang atau membelanjakan kebutuhan masyarakat.
Kebijakan pemerintah yaitu fiscal dan moneter. Fiscal digunakan untuk mempengaruhi permintaan dengan menaikan pajak maka akan mengurangi permintaan atau dengan meningkatkan pengeluaran pemerintah hingga meningkatkan permintaan.
Sedangkan moneter berkaitan dengan pengelolah supply uang untuk meningkatkan atau menurunkan permintaan.
PROBLEMA YANG BISNIS YANG DIHADAPI SAAT INI
INFLASI adalah suatu kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian. Inflasi merupakan proses pembatasan diri. Mengakibatkan konsumen, maupun perusahaan meminimalkan pengekluaran.
PRODUKTIVITAS adalah keluaran barang dan jasa per unit tenaga kerja. Untuk prodktivitas yang baik dibutuhkan bekal. Orang tidak hanya bekerja keras tapi juga peralatan juga metode yang baik.
PENGANGGURAN, pada umumnya pengangguran diakibatkan oleh kurangnya pendidikan, karena tanpa pendidikan, seseorang tidak mempunyai skill dalam bekerja. Sebain lagi akibat kuarangnya lapangan kerja, serta pemutusan hubungan kerja yang menjadiak seseorang pengangguran.
Nama : Tiara Muzanti
Npm : 26210889
Langganan:
Postingan (Atom)